News Update

Direksi BCA Ramai-Ramai Borong Saham di Harga Rp27.829

Jakarta – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) marak diburu investor dalam negri, termasuk direksinya sendiri.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 16 April 2020, beberapa direksi BCA yang memborong saham BBCA diantaranya Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, sebesar 177.835 lembar saham menjadi 8.105.463 lembar saham di harga rata-rata Rp27.829,07.

Tujuan transaksi pembelian saham BBCA yang dilakukan Jahja yakni untuk investasi jangka panjang.

Selain Jahja, Wakil Presiden Direktur BCA, Suwignyo Budiman juga ikut memborong saham berkode BBCA sebesar 81.749 lembar saham menjadi 7.556.800 lembar saham di harga rata-rata Rp27.829,07.

Nama terakhir yang juga membeli saham BBCA yakni Direktur BCA, Tan Ho Hien, sebanyak 76.466 lembar saham menjadi 2.849.792 lembar saham di harga Rp27.829,07.

Dengan begitu, para direksi BCA yang memborong saham perusahaan, akan mendapatkan dividen lebih banyak lagi pada bulan Mei nanti.

Seperti diketahui, sehubungan dengan rencana pembayaran dividen tunai tahun buku 2019 sebagaimana diputuskan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang diadakan pada tanggal 9 April 2020, bahwa pembayaran dividen tunai Perseroan untuk Iahun buku 2019 adalah sebesar Rp555 per saham, dengan ketentuan bahwa atas dividen tersebut diperhitungkan dividen interim tahun buku 2019 sebesar Rp100 yang telah dibayarkan oleh Perseroan kepada pemegang saham pada tanggal 20 Desember 2019, sehingga sisa dividen per saham untuk tahun buku 2019 yang akan dibayarkan adalah sebesar Rp455.

Adapun akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) jatuh pada tanggal 20 April untuk pasar reguler dan negosiasi. Sementara untuk pasar tunai jatuh pada tanggal 22 April.

Sedangkan tanggal pembayaran dividen tunai tahun buku 2019 jatuh pada tanggal 11 Mei. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Moody’s Turunkan Outlook Indonesia, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More

31 mins ago

Bantah Terkait Dugaan Kasus Pidana Pasar Modal, Berikut Klarifikasi Lengkap BUVA

Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More

40 mins ago

Ekonomi RI Tumbuh 5,11 Persen, Celios: Dari Mana Sumber Pertumbuhannya?

Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More

1 hour ago

Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan DJA, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More

3 hours ago

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

4 hours ago

Premi ACA 2025 Tumbuh 17 Persen di Tengah Perlambatan Industri

Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More

6 hours ago