Pertumbuhan Ekonomi Digital Bisa Berontribusi USD150 Juta ke PDB
Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memandang, resesi ekonomi Indonesia kemungkinan besar akan terjadi pada tahun 2020. Hal tersebut terjadi lantaran dua sisi supply dan demand yang menurun cukup dalam akibat tidak adanya aktifitas ekonomi akibat dampak dari Pandemi COVID19.
Ekonom Abra Talatov sendiri sependapat dengan proyeksi IMF yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada pada 0,5% hingga akhir 2020. Menurutnya, pandemi COVID19 akan berimbas pada banyak sektor diantaranya adalah pariwisata, swasta, dan energi. Ditambah lagi dengan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan juga larangan mudik.
“Menarik dari covid19, kalau di tahun ini resesi dipicu 2 sisi, demand and supply shock. Kalau krisis 1998 sektor riil terkena tapi umkm masih bisa beroperasi jadi dari sisi supply normal, meski demand shock besar-besarann. Sekarang karena semua WFH, sisi supply mengalami shock industri tidak bisa berjalan normal, bahan baku mengalami hambatan impor dari China,” jelas Abra ketika melakukan video conference di Jakarta, Senin 27 April 2020.
Tak hanya itu, sektor riil yang mengalami tekanan cukup dalam juga dikhawatirkan membuat gelombang Pemutusan Hububgan Kerja (PHK) di sektor formal dan informal. Bahkan, pemerintah mencatat hingga 16 April 2020 terdspat 1 juta pekerja yang di PHK. “Pemeirntah memproyeksi, pengangguran bisa sampai 5 juta orang. kalau tingkat pengangguran meningkat maka kemiskinan akan bertambah, untuk ini pemerintah mengeluarkan stimulus,” tambahnya.
Sebagai informasi saja, Bank Indonesia (BI) mencatat Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha menurun pada triwulan I-2020. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada triwulan I-2020 sebesar -5,56%, turun cukup dalam dibandingkan 7,79% pada triwulan IV-2019.
Turunnya kegiatan usaha terjadi pada sejumlah sektor ekonomi seperti sektor Industri Pengolahan, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, sektor Pertambangan, sektor Pengangkutan dan Komunikasi, serta sektor Konstruksi. Hal tersebut terutama disebabkan oleh adanya penurunan permintaan dan gangguan pasokan akibat wabah COVID-19. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ENTAH ide dari mana datangnya, tidak… Read More
Poin Penting PINTU tambah 10 token baru, termasuk saham global, ETF, dan obligasi, sehingga investor… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah bersama Alfamart menyalurkan 60.000 paket makanan di 34 kota dan… Read More
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More