Market Update

Dipimpin Sektor Infrastruktur, IHSG Ditutup Menguat ke Level 7.041

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini (28/11) kembali berhasil ditutup pada zona hijau pada level 7041,07 atau menguat 0,39 persen dari dibuka pada level 7013,40 pada pembukaan perdagangan hari ini.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 276 saham terkoreksi, 249 saham menguat, dan 237 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 19,95 miliar saham diperdagangkan dengan 1,23 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp11,06 triliun. 

Baca juga: Berkat Jurus Ini, BEI Laporkan Investor Pasar Modal Tembus 11,9 juta

Meski begitu, hanya sebagian kecil sektor yang mengalami penguatan dengan sektor infrastruktur menguat 2,83 persen, sektor bahan baku menguat 1,57 persen, sektor energi menguat 1,09 persen, sektor non-siklikal menguat 0,29 persen, sektor kesehatan menguat 0,08 persen.

Sementara itu, sektor lainnya mengalami pelemahan, seperti sektor teknologi melemah 1,26 persen, sektor siklikal melemah 0,94 persen, sektor properti melemah 0,65 persen, sektor transportasi melemah sebesar 0,46 persen, sektor keuangan melemah 0,19 persen, dan sektor industrial melemah 0,12 persen.

Lalu, seluruh indeks mengalami penguatan, dengan IDX30 menguat sebesar 0,12 persen menjadi 478,83, LQ45 menguat 0,14 persen menjadi 925,39, JII menguat 0,88 persen menjadi 517,98, dan SRI-KEHATI menguat 0,11 persen menjadi 425,95.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Bos BEI Optimistis Pasar Modal Bakal Bergerak Positif

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Duta Anggada Realty Tbk (DART), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), dan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Sedangkan saham top losers adalah PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE), PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), dan PT Modern Internasional Tbk (MDRN).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA), dan PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Madu dan Racun Sentralisasi Devisa Hasil Ekspor

Oleh Paul Sutaryono PEMERINTAH meluncurkan aturan baru tentang devisa hasil ekspor (DHE) valas dari sumber… Read More

33 mins ago

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

9 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

11 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

12 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

12 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

12 hours ago