News Update

Dinanti Pasar, Tim Ekonomi Jilid Kedua harus Berintegritas

Jakarta– Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, pidato pertama Presiden Jokowi dalam pelantikannya di Gedung DPR telah disambut positif oleh pasar. Oleh karena itu, menurutnya langkah yang perlu diambil oleh setelah itu Jokowi adalah memilih tim ekonomi dalam kabinet pemerintahan yang beintegritas.

“Pemerintahan Jokowi jilid 2 ini Presiden perlu memilih tim ekonomi yang dapat melakukan harmonisasi kebijakan ekonomi sedemikian sehingga dapat memprioritaskan kebijakan jangka pendek dalam rangka mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5% di tengah tren perlambatan ekonomi global,” kata Josua kepada Infobank, Senin 21 Oktober 2019.

Tak hanya itu, pemerintah juga perlu menyiapkan kebijakan jangka pendek yang dapat menjaga solidnya konsumsi rumah tangga serta memperkuat iklim investasi.

Menurutnya pelaku pasar akan mengapresiasi tim ekonomi Jokowi-Ma’ruf apabila menteri-menteri dalam bidang ekonomi yang akan diumumkan oleh Presiden nanti sesuai dengan harapan dimana memiliki latar belakang profesional yang dapat bekerja dan berkoordinasi dengan solid dalam rangka mendorong perbaikan investasi dan ekspor.

Sebagai informasi, nama yang santer terdengar masih akan menempati posisi tim ekonomi kabinet pemerintahan adalah Sri Mulyani, Chatib Basri serta nama nama lain. Namun keputusan tersebut masih berada di tangan Presiden Jokowi.

Ke depan, tim ekonomi tersebut diharap dapat mengimplementasikan arahan Presiden dalam fokus kinerja periode kedua kepemimpinan Jokowi. Kelima arahan strategis tersebut ialah pengembangan SDM berskala global, melanjutkan pembangunan infrastruktur, deregulasi kebijakan, reformasi birokrasi, dan memperkuat transformasi ekonomi dengan memperkuat sektor manufaktur dan jasa modern. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

17 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago