Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia
TINJAUAN analitis ini mengupas tentang bagaimana dinamika perekonomian (global, kawasan, dan domestik) memengaruhi kegiatan operasional dan strategi perbankan sehingga mampu bertahan serta terus bertumbuh dan berkembang. Saat dunia memasuki 2024, lanskap ekonomi global menghadirkan hamparan peluang dan tantangan yang kompleks. Tahun-tahun sebelumnya ditandai oleh peristiwa global yang belum pernah terjadi, terutama terkait dengan kebijakan ekonomi dan kemajuan teknologi informasi/TI (baca: digitalisasi), ketika pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) melanda seluruh dunia.
Situasi dan kondisi yang berubah cepat itu memaksa pelaku industri perbankan melakukan langkah-langkah transformasi untuk tetap dapat beroperasi, lalu bertahan, hingga akhirnya bertumbuh dan berkembang secara berkesinambungan (sustainble growth). Akselerasi menuju digitalisasi, ditambah dengan perubahan ekspektasi konsumen dan lingkungan peraturan yang terus berkembang, telah secara signifikan memengaruhi lintasan operasi dan strategi perbankan.
Poin Penting Allianz Indonesia memperkuat kanal keagenan (ASN) dan bancassurance melalui kickoff awal 2026 untuk… Read More
Poin Penting BRI menerbitkan Surat Berharga Komersial (SBK) senilai Rp500 miliar, menjadi yang pertama di… Read More
Poin Penting Pelaporan SPT via Coretax capai 126.796 SPT hingga 12 Januari 2026 pukul 14.00… Read More
Poin Penting DBS Bank memproyeksikan IHSG menguat ke level 9.800 pada 2026, ditopang fundamental pasar… Read More
Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More
Poin Penting Produksi minyak Venezuela rendah, invansi AS tak berdampak besar ke harga energi global.… Read More