Jakarta – Sejak ramainya pemberitaan viral nasabah bunuh diri selama kurang lebih tiga minggu ini, PT Pembiayaan Digital Indonesia atau AdaKami masih belum menerima informasi tambahan terkait identitas terduga nasabah melalui investigasi yang telah dilakukan.
Berdasarkan hal itu, Direktur Utama AdaKami, Bernardino Moningka Vega Jr., menegaskan, bahwa kasus atas nasabah bunuh diri tersebut saat ini sudah berlanjut ke ranah hukum dan pihak AdaKami telah memberikan keterangan kepada Bareskrim Polri.
Baca juga: Waspada! Penyalahgunaan Data Pinjol AdaKami yang Berujung Penipuan
“Masih menunggu informasi, nama korban, KTP untuk bisa diinvestigasi, namun (AdaKami) sudah dipanggil Bareskrim untuk memberikan keterangan, semua data (investigasi) yang telah kita lakukan sudah kita serahkan ke polisi penyelidikan sudah dialihkan ke pihak hukum,” ucap Dino sapaan akrabnya dalam Konferensi Pers di Jakarta, 6 Oktober 2023.
Kemudian, Dino juga menambahkan, bahwa pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan pihak kuasa hukum yang memviralkan melalui media sosial X bernama @rakyatvspinjol, namun pihak kuasa hukum tersebut juga belum memberikan informasi tambahan atas terduga nasabah bunuh diri.
Selain itu, hasil penyelidikan tambahan dari Kapolres Baturaja, Sumatera Selatan yang menjadi lokasi terduga nasabah bunuh diri pun belum menemukan informasi terkait korban tersebut.
Baca juga: Temukan 36 Aduan Nasabah, AdaKami Akui Ada Pelanggaran SOP
Adapun, AdaKami kembali menegaskan bahwa pihaknya masih secara terbuka kepada masyarakat jika ada yang memiliki informasi terkait identitas nasabah terduga bunuh diri.
“Jika ada pihak yang memiliki informasi terkait identitas debitur yang dimaksud, kami mohon untuk segera menghubungi AdaKami melalui call center di 15000-77 atau email hello@cs.adakami.id dengan melampirkan bukti yang lengkap,” imbuhnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More