Juda Agung usai resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menyambangi Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. (Foto: Prima Gumilang)
Poin Penting
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara, Kamis, 5 Februari 2026. Juda menggantikan Thomas Djiwandono yang ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Usai pelantikan, Juda menyampaikan arahan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada pentingnya penguatan koordinasi fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden pada kami, pada saya, waktu saya bertemu beliau, arahannya intinya adalah bahwa fiskal moneter harus terkoordinasi, tersinergi dengan baik,” ujar Juda di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca juga: Presiden Prabowo Lantik Juda Agung Jadi Wamenkeu
Ia menyebut sinergi tersebut menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas makroekonomi. “Kita harus juga menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk sustainabilitas dari fiskal,” katanya.
Mantan Deputi Gubernur BI itu mengaku tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan. Meski kini berpindah kantor dari Bank Indonesia di Thamrin ke Kemenkeu di Lapangan Banteng, koordinasi fiskal dan moneter sudah lama ia jalani.
“Tadi saya saja dilantik oleh Bapak Presiden untuk menjadi wakil Menteri Keuangan. Tentu saja, pindah dari Tamrin ke Lapangan Banteng, sesuatu yang baru bagi saya. Tetapi sebenarnya, kalau melihat wajah-wajah dari eselon satu dan eselon dua ini, wajah-wajah familiar bagi saya,” ujarnya.
“Bukan hal yang baru bagi saya, koordinasi SSK (stabilitas sistem keuangan), fiskal moneter, itu sudah biasa. Jadi saya merasa nyaman untuk otoritas fiskal Kementerian Keuangan ini,” tambahnya.
Baca juga: Tok! Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung
Juda Agung lahir di Pontianak, 6 Agustus 1964. Ia meraih gelar Sarjana dari Institut Pertanian Bogor (IPB), lalu melanjutkan Master dan Doktor Ekonomi di University of Birmingham, Inggris.
Kariernya ditempa di Bank Indonesia sejak 1992, termasuk penugasan di BI London dan IMF.
Juda pernah menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Direktur Eksekutif IMF di Washington DC (2017-2019), Asisten Gubernur BI bidang Stabilitas Sistem Keuangan, hingga terakhir Deputi Gubernur BI sejak 6 Januari 2022.
Dengan latar belakang moneter yang kuat, Juda kini mengemban tugas memperkuat sinergi fiskal dan moneter di Kementerian Keuangan. (*) Prima Gumilang
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More