Jakarta – Presiden Prabowo Subianto baru melantik Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada Senin, 8 September 2025. Mukhtarudin menggantikan Abdul Kadir Karding yang kena reshuffle.
Sebelum diangkat jadi menteri, Mukhtarudin merupakan Anggota Komisi XIII DPR dari Partai Golkar. Selain punya rekam jejak karier politik yang moncer, publik pun penasaran dengan kekayaan yang dimiliki Mukhtarudin.
Infobanknews coba menyelusuri kekayaan Mukhtarudin dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dalam LHKPN tersebut (9/9), Mukhtarudin tercatat memiliki total kekayaan Rp17,90 miliar yang dilaporkannya pada 1 Mei 2024 untuk periodik 2023 saat masih aktif menjabat Anggota DPR.
Baca juga: Segini Kekayaan Purbaya Yudhi Sadewa yang Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Sri Mulyani
Dalam LHKPN, Mukhtarudin tercatat memiliki 21 aset tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp16,09 miliar. Aset tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Kotawaringin Barat, dan Bekasi. Semuanya adalah hasil sendiri.
Selain tanah dan bangunan, Mukhtarudin juga memiliki kekayaan yang berasal dari alat transportasi dan mesin senilai Rp1,84 miliar. Rinciannya, dia memiliki koleksi mobil Toyota Alphard tahun 2019 hasil sendiri Rp850 juta.
Kemudian, ada Wuling Almaz tahun 2019 hasil sendiri seharga Rp175 juta dan Hyundai 5 Signature Long Range tahun 2022 hasil sendiri Rp815,23 juta. Adapun koleksi motornya adalah Honda WW150EXF tahun 2015 hasil sendiri seharga Rp7,5 juta.
Baca juga: Reshuffle Menteri Keuangan: Fokus Pemulihan Ekonomi Jangka Pendek
Mukhtarudin juga tercatat memiliki harta yang berasal dari kas dan setara kas Rp529,94 juta dan harta lainnya Rp45 juta.
Masih dalam LHKPN, politisi Golkar ini juga memiliki utang Rp606,08 juta.
Alhasil, total kekayaan Mukhtarudin yang baru diangkat jadi Menteri P2MI ini sebesar Rp17.906.597.404. (*)
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More