Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Harga CPO dibuka melemah di perdagangan terakhir pekan ini, dan memiliki potensi penurunan lebih lanjut akibat aksi profit taking.
Mengutip riset Monex Investindo Futures, Jumat, 7 Juli 2017, hingga Kamis kemarin, CPO berhasil mencatat kenaikan empat hari beruntun.
Kenaikan harga minyak kedelai, tingkat produksi di Malaysia yang diperkirakan menurun, dan kurs ringgit Malaysia menjadi pendongkrak harga CPO di pekan ini.
Kenaikan dalam empat hari beruntun tersebut membawa harga naik ke level tertinggi satu bulan, yang kemungkinan memicu aksi profit taking, terlebih harga minyak kedelai mencatat penurunan pada perdagangan Kamis kemarin di Chicago Board of Trade.
CPO diperdagangakan di kisaran 2.550 ringgit per ton di Bursa Derivatif Malaysia pada pukul 12:07 WIB, dengan rentang perdagangan potensial 2.530 – 2.570 ringgit per ton hari ini. (*)
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More