Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Harga CPO dibuka melemah di perdagangan terakhir pekan ini, dan memiliki potensi penurunan lebih lanjut akibat aksi profit taking.
Mengutip riset Monex Investindo Futures, Jumat, 7 Juli 2017, hingga Kamis kemarin, CPO berhasil mencatat kenaikan empat hari beruntun.
Kenaikan harga minyak kedelai, tingkat produksi di Malaysia yang diperkirakan menurun, dan kurs ringgit Malaysia menjadi pendongkrak harga CPO di pekan ini.
Kenaikan dalam empat hari beruntun tersebut membawa harga naik ke level tertinggi satu bulan, yang kemungkinan memicu aksi profit taking, terlebih harga minyak kedelai mencatat penurunan pada perdagangan Kamis kemarin di Chicago Board of Trade.
CPO diperdagangakan di kisaran 2.550 ringgit per ton di Bursa Derivatif Malaysia pada pukul 12:07 WIB, dengan rentang perdagangan potensial 2.530 – 2.570 ringgit per ton hari ini. (*)
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More