Digitalisasi BPR, PermataBank Gandeng PERBAMIDA Jateng & DIY

Digitalisasi BPR, PermataBank Gandeng PERBAMIDA Jateng & DIY

Digitalisasi BPR, PermataBank Gandeng PERBAMIDA Jateng & DIY
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Yogyakarta – PermataBank melanjutkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui dukungan terhadap solusi digitalisasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Komitmen ini dikukuhkan pada acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah (PERBAMIDA) Jateng & DIY, pada Sabtu, 4 Juni 2022 di Hotel Harper Malioboro – Yogyakarta.

Acara dihadiri oleh Agus Susanto, Head of Region 5 (Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta) PermataBank, beserta 43 Direktur Utama BPR se-Jawa Tengah dan Yogyakart

Melalui kerja sama strategis dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah (PERBAMIDA) Jawa Tengah dan Yogyakarta, PermataBank memberikan fasilitas cash management, API transfer dan pinjaman baik pola executing maupun channeling untuk mempermudah transaksi perbankan dan memperluas jangkauan pelayanan nasabah bagi BPR se-Jawa Tengah dan Yogyakart

“Kami berterima kasih kepada PERBAMIDA Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta atas kepercayaannya terhadap pelayanan dan inovasi PermataBank, khususnya melalui produk cash management yang telah memberikan manfaat bagi BPR di wilayah ini,” ucap Agus, secara tertulis, Jumat (17/6/2022)

Sementara perwakilan PERBAMIDA Jawa Tengah & D.I Yogyakarta Sugeng Prijono, mengatakan bahwa pihaknya sangat menghargai kerja sama yang terjalin antara PERBAMIDA Jateng dan DIY dengan PermataBank

“Semoga dengan inisiatif yang telah berjalan dengan BPR di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta dapat melancarkan penerapan digitalisasi perbankan yang lebih luas dan bermanfaat,” terang Sugen

Seiring dengan perkembangan tuntutan transaksi digital, BPR dan lembaga keuangan lainnya diharapkan tertantang untuk terus melakukan pengembangan digitalisasi layanan keuangan. Potensi peningkatan transaksi digital merupakan potensi pendapatan berbasis biaya (fee based income) dan juga dana murah bagi BP

Hal ini selaras dengan misi serta arah kebijakan pihak regulator untuk mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR) maupun Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) segera bertranformasi ke arah digital, agar tetap bertahan dan tumbuh menghadapi perkembangan industri keuangan yang sudah semakin digital. (*) Steven Widjaja

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]