Sofyan Djalil; Tambah pengalaman. (Foto: Istimewa).
Dengan perencanaan yang lebih terkoordinir, maka anggaran 2016 dapat direncanakan lebih cepat. Rezkiana Nisaputra
Jakarta – Dengan dilantiknya Sofyan Djalil menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago, dirinya bernit, kedepan akan menguatkan kembali perencanaan pembangunan nasional dan lebih terkoordinir.
“Inginnya pak Presiden Jokowikan diperkuat kembali, supaya perencanaan lebih terkoordinir, kemudian perencanaan itu kita majukan kedepan, itu kan sepeti yang sedang disiapkan,” ujar Sofyan di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015.
Menurutnya, dengan perencanaan yang lebih terkoordinir yakni sebelum tahun 2016 anggaran dimulai, maka di bulan September 2015 sudah dapat direncanakan lebih dahulu. “Jadi sebelum tahun anggaran dimulai, September sudah direncanakan dan lain-lainnya,” tukasnya.
Dengan digesernya untuk menjadi Kepala Bappenas, Kata Sofyan, jabatan yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi ini merupakan pengalaman baru. Sebagaimana diketahui, dirinya pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri BUMN, dan Menko Perekonomian.
“Saya kan jadi tambah pengalaman. Inikan artinya tugas yang diberikan Presiden, saya sudah 4 Menteri, dan sekarang ini yang ke empat,” ucap Sofyan.
Sebagaimana diketahui, pada hari ini, Rabu (12/8) Presiden Jokowi melantik 6 Menteri baru salah satunya Sofyan Djalil yang diputuskan untuk menjadi Kepala Bappenas, dimana sebelumnya Sofyan Djalil menjabat sebagai Menko Perekonomian. (*) @rezki_saputra
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More