News Update

Digadang Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Respons Begini

Poin Penting

  1. Jeffrey Hendrik digadang menjadi Pjs Dirut BEI, namun memilih menunggu pengumuman resmi.
  2. Penunjukan Pjs bertujuan menjaga stabilitas bursa di tengah dinamika pasar yang tinggi.
  3. Jeffrey tetap memimpin pertemuan strategis dengan MSCI untuk mendorong transparansi dan menarik investor asing.

Jakarta – Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menanggapi kabar yang menyebut dirinya akan ditunjuk menggantikan Iman Rachman sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama (Dirut) BEI, setelah Iman mengundurkan diri pada Jumat (30/1).

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Jeffrey Hendrik akan mengisi posisi Pjs Dirut BEI. Penunjukan tersebut disebut bertujuan menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas operasional bursa di tengah dinamika pasar yang tinggi.

“Tunggu pengumumannya saja ya,” kata Jeffrey kepada awak media usai Dialog Pelaku Pasar Modal di Gedung BEI, Minggu, 1 Februari 2026.

Baca juga: OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Ia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada awak media massa terkait penunjukan tersebut.

Tunggu pengumuman. Makasih ya,” sambungnya.

Pimpin Pertemuan dengan MSCI

Meski isu penunjukan masih beredar, Jeffry Hendrik yang saat ini menjabat Direktur Pengembangan BEI dipastikan akan memimpin delegasi bursa dalam pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (2/2/2026).

“Apa yang tadi saya sampaikan, apa yang akan kami sampaikan kepada MSCI,” tegasnya.

Baca juga: Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Dalam agenda pertemuan tersebut, BEI akan membeberkan sejumlah langkah strategis untuk memperdalam pasar dari sisi permintaan dan mendorong peningkatan partisipasi investor asing. Salah satu fokusnya adalah upaya meningkatkan bobot Indonesia dalam indeks global MSCI.

Dorong Transparansi dan Klasifikasi Investor

Jeffrey menjelaskan, Self-Regulatory Organization (SRO) akan meningkatkan keterbukaan informasi dengan melengkapi data yang telah dipublikasikan melalui situs resmi BEI pada awal Januari lalu.

“Kami (SRO) akan meningkatkan disclosure, melengkapi disclosure yang sudah kami sampaikan kepada publik melalui website Bursa Efek Indonesia di awal Januari kemarin. Kami akan meningkatkan lagi disclosure data kepemilikan saham secara lebih general,” jelasnya.

Baca juga: OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Selain itu, kata dia, BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan memperdalam klasifikasi tipe investor agar lebih rinci dan transparan.

Saat ini, BEI memiliki sembilan kategori Single Investor Identification (SID). Ke depan, klasifikasi tersebut akan diperluas mengikuti praktik terbaik global dan permintaan MSCI, termasuk kategori Sovereign Wealth Fund (SWF), Private Equity (PE), investment advisor, discretionary fund, dan lainnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Awarding BTN Housingpreneur Jadi Penutup BTN Expo 2026, Fokus Inovasi Perumahan

Poin Penting BTN Expo 2026 ditutup dengan Awarding BTN Housingpreneur 2025, menyoroti lahirnya 58 inovator… Read More

34 mins ago

Respons Cepat OJK Redam Kekhawatiran Pasar Pascapergantian Pimpinan

Poin Penting OJK memastikan stabilitas pasar keuangan tetap terjaga usai penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai… Read More

3 hours ago

OJK Beberkan 8 Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal RI, Apa Saja?

Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More

4 hours ago

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

6 hours ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

6 hours ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

18 hours ago