Destri Damayanti; Perlu tim untuk pendalaman pasar keuangan. (Foto: Erman Subekti).
Jakarta – Anggota Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Destry Damayanti bakal disiapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggantikan Mirza Adityaswara sebagai Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI).
Seperti diketahui, jabatan Mirza sebagai DGS di BI akan berakhir tahun ini. Mantan kepala ekonom Bank Mandiri itu sudah menjabat DGS untuk dua periode di bank sentral. Kini, Destry yang juga mantan kepala ekonom Bank Mandiri digadang-gadang menggantikannya.
Berdasarkan sumber, Jokowi telah menyerahkan nama Destry sebagai calon tunggal DGS BI ke DPR. Nantinya DPR akan menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) untuk menguji kapasitas Destry.
Saat dikonfirmasi, Destry sendiri juga kaget kalau dirinya diberitakan jadi calon tunggal. Karena sepengetahuan dirinya, di awal ada beberapa nama.
“Saya baru tau itu malah lewat media. Karena awalnya saya taunya juga ada beberapa nama,” jelas Destry kepada Infobank.
Sekedar informasi, Destry sendiri memeroleh gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia dan master of science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat. Kariernya dimulai di beberapa tempat, antara lain Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggrks untuk Indonesia (2000-2003), peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2005-2006), Kepala Ekonom Mandori Sekuritas (2005-2011), Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011-2015), Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN (2014-2015) dan terkini Anggota Dewan Komisioner LPS (2015-sekarang). (*)
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More