Perbankan

Didorong BYOND dan Bisnis Emas, Nasabah BSI Melonjak 2,03 Juta Selama 2025

Poin Penting

  • BSI mencatat pertumbuhan lebih dari dua juta nasabah baru sepanjang 2025, didorong minat masyarakat masuk ke ekosistem perbankan syariah dan peran sebagai bullion bank
  • Sekitar 500 ribu nasabah baru berasal dari layanan transaksi emas BYOND. Pertumbuhan juga ditopang tabungan haji, nasabah prioritas, dan payroll
  • Laba bersih 2025 naik 8,02 persen yoy menjadi Rp7,57 triliun. Tabungan tumbuh 15,7 persen menjadi Rp163 triliun, sementara bisnis perseroan melonjak 78,6 persen menjadi Rp22,9 triliun.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI terus memperkuat ekspansinya sepanjang 2025. Bank syariah terbesar di Tanah Air ini mencatat penambahan lebih dari 2,03 juta nasabah baru, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap ekosistem perbankan syariah.

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa lonjakan tersebut mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat yang mulai masuk dan bertransaksi di bank syariah.

Cahyo menjelaskan, pertumbuhan nasabah terutama ditopang oleh positioning BSI sebagai bank syariah sekaligus bullion bank.

Baca juga: Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

“Sebagai contoh ya, karena sebagai bullion bank nasabah kita kemarin hampir bertambah 500 ribu setahun karena nasabah tertarik untuk melakukan transaksi beli emas di BYOND,” ucap Cahyo dalam Konferensi Pers di Jakarta, 6 Februari 2026.

Tak hanya itu, peran BSI sebagai bank syariah dengan jaringan terluas juga mendorong peningkatan basis nasabah dari berbagai segmen, mulai dari tabungan haji, nasabah prioritas, hingga payroll.

“Jadi tentunya di luar angka-angka keuangan, pertumbuhan nasabah inilah yang menjadi bahan bakar untuk perbaikan kinerja BSI ke depannya,” imbuhnya.

Baca juga: Resmi Jadi Persero, BSI Perkuat Peran Sebagai Bank Emas

Dari sisi kinerja, hingga akhir 2025 BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun, tumbuh 8,02 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penghimpunan dana melalui tabungan juga mencatatkan pertumbuhan double digit 15,7 persen menjadi Rp163 triliun sepanjang 2025.

Sementara itu, pertumbuhan bisnis BSI melonjak signifikan 78,6 persen menjadi Rp22,9 triliun pada periode yang sama. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

12 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

12 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

12 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

13 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

14 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

14 hours ago