Poin Penting
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI terus memperkuat ekspansinya sepanjang 2025. Bank syariah terbesar di Tanah Air ini mencatat penambahan lebih dari 2,03 juta nasabah baru, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap ekosistem perbankan syariah.
Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa lonjakan tersebut mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat yang mulai masuk dan bertransaksi di bank syariah.
Cahyo menjelaskan, pertumbuhan nasabah terutama ditopang oleh positioning BSI sebagai bank syariah sekaligus bullion bank.
Baca juga: Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025
“Sebagai contoh ya, karena sebagai bullion bank nasabah kita kemarin hampir bertambah 500 ribu setahun karena nasabah tertarik untuk melakukan transaksi beli emas di BYOND,” ucap Cahyo dalam Konferensi Pers di Jakarta, 6 Februari 2026.
Tak hanya itu, peran BSI sebagai bank syariah dengan jaringan terluas juga mendorong peningkatan basis nasabah dari berbagai segmen, mulai dari tabungan haji, nasabah prioritas, hingga payroll.
“Jadi tentunya di luar angka-angka keuangan, pertumbuhan nasabah inilah yang menjadi bahan bakar untuk perbaikan kinerja BSI ke depannya,” imbuhnya.
Baca juga: Resmi Jadi Persero, BSI Perkuat Peran Sebagai Bank Emas
Dari sisi kinerja, hingga akhir 2025 BSI membukukan laba bersih sebesar Rp7,57 triliun, tumbuh 8,02 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Penghimpunan dana melalui tabungan juga mencatatkan pertumbuhan double digit 15,7 persen menjadi Rp163 triliun sepanjang 2025.
Sementara itu, pertumbuhan bisnis BSI melonjak signifikan 78,6 persen menjadi Rp22,9 triliun pada periode yang sama. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More