Info Anda

Didorong 3 Sentimen, Saham TUGU Punya Potensi Rerating

Poin Penting

  • Kinerja TUGU dan TuguRe tumbuh dengan premi, underwriting, dan laba bersih meningkat signifikan sepanjang 2025.
  • Peluang re-rating positif muncul dari valuasi murah, dividen stabil, dan kinerja solid yang mendorong kenaikan saham.
  • Investor asing terus mengakumulasi saham TUGU dengan net foreign buy Februari 2026 mencapai Rp22,49 miliar dan transaksi harian melonjak Rp8 miliar hingga Rp9 miliar.

Jakarta – Analis pasar modal menilai saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) menunjukkan peluang re-rating yang positif. Hal ini sejalan dengan kenaikan harga saham TUGU yang melonjak lebih dari 20 persen secara year-to-date (YTD), ditambah dengan dorongan sejumlah sentimen positif.

Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, mengatakan bahwa investor saat ini tengah menantikan laporan keuangan TUGU full year 2025 yang diprediksi masih tumbuh positif.

“Hal ini tecermin pada kinerja bulanan per Desember 2025 (Unaudited) dari Tugu Insurance (parent only) serta anak usahanya, TuguRe,” ujar Rafly.

Baca juga: Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Laporan bulanan Desember 2025 (Unaudited)  menunjukkan TUGU berhasil mengumpulkan premi bruto sebesar Rp6,01 triliun, naik 13,01 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun hasil underwriting tercatat tumbuh 1,35 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp842,18 miliar.

Berikutnya, hasil investasi tercatat meningkat signifikan sebesar 30,11 persen menjadi Rp432,87 miliar. Alhasil, laba bersih parent only tercatat mencapai Rp575,04 miliar.

Kinerja Cemerlang

Kinerja cemerlang juga ditunjukkan oleh anak usahanya. TuguRe mencatatkan kenaikan premi bruto sebesar 7,68 persen menjadi Rp2,67 triliun pada Desember 2025 (Unaudited).

Hasil underwriting naik tipis menjadi Rp91,48 miliar. Sama seperti induk usahanya, hasil investasi TuguRe juga melesat 64,21 persen menjadi Rp223,19 miliar. Kinerja investasi inilah yang mendorong laba bersih TuguRe melesat 56,88 persen menjadi Rp172,15 miliar.

Rafly mengatakan melihat prognosa laba konsolidasian TUGU yang terlihat bertumbuh selama 2025, maka ada peluang kenaikan nilai dividen.

“Dalam 4 tahun terakhir dividen payout ratio TUGU berada di 40 persen, ini positif bagi ekspektasi market,” ujarnya.

Baca juga: Asing Borong Saham TUGU Dua Minggu Non Stop, Ada Apa?

Di lantai bursa, saham TUGU sejak awal tahun hingga Selasa (24/2/2026) tercatat sudah meningkat 21,5 persen ke level Rp1.425 per saham.

Saham ini terbukti tergolong defensif di tengah gejolak bursa akibat sentimen pengumuman MSCI dan Moody’s.

Sebagai komparasi, secara year-to-date, IHSG masih mencatatkan koreksi 3,5 persen dan indeks IDX Finance terkoreksi sebesar 3,3 persen.

Lebih lanjut Rafly menjelaskan, meskipun harganya sudah naik sejak awal tahun, valuasi saham TUGU masih berada di kisaran 0,5x PBV (Price to Book Value), jauh lebih murah dibandingkan rata-rata emiten di indeks IDX Finance.

Menurut Rafly, kombinasi dari kinerja keuangan yang solid, dividend play, serta valuasi yang masih murah, menciptakan potensi re-rating positif pada saham TUGU.

“Patut dicatat, potensi re-rating ini bahkan belum memasukkan faktor aksi korporasi seperti konsolidasi, merger, atau akuisisi yang saat ini banyak dibicarakan di market,” tegasnya.

Sentimen Investor Asing

Berdasarkan data bursa, investor asing terus mengakumulasi saham TUGU selama Februari 2026. Sejak awal bulan, catatan beli bersih asing (net foreign buy) pada saham TUGU menembus angka Rp22,49 miliar.

Volume dan nilai transaksi perdagangan saham TUGU juga melonjak selama Februari, yakni berada di kisaran Rp8 miliar hingga Rp9 miliar per hari, berbanding jauh dengan rata-rata transaksi harian pada 2025 yang hanya tercatat di kisaran Rp3,5 miliar per hari. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

6 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

11 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

11 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

12 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

12 hours ago