Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 10,974 poin atau 0,21% ke level 5.323,573 pada perdagangan Jumat, 2 September 2016. Sementara indeks LQ45 bergerak turun 2,753 poin atau 0,30% ke level 913,020.
Penurunan indeks dipicu belum maraknya sentimen positif di pasar pada pagi tadi.
Mengutip riset Investa Saran Mandiri, pasar Amerika sendiri ditutup sedikit menguat semalam setelah memangkas kerugian di awal sesi, seiring investor mencerna data ekonomi terbaru menjelang laporan pekerjaan yang krusial di hari Jumat.
Dow Jones naik 0,10% menjadi 18,418, terutama berkat penguatan 2% saham WalMart Stores Inc. setelah mengumumkan rencana pemangkasan ribuan posisi back office di seluruh negeri.
Sedangkan Indeks Nasdaq juga ditutup 0,27% lebih tinggi di 4,783. Sementara indeks S&P 500 turun 0,9 poin menjadi 2,170, terbebani oleh kinerja negatif sektor keuangan dan energi.
Disisi lain Pasar Eropa ditutup lebih rendah, mengambil petunjuk dari Wall Street setelah data manufaktur AS yang lemah. Bursa melemah setelah indikator utama dari sektor manufaktur AS mengecewakan.
Indeks manufaktur ISM untuk bulan Agustus di level 49.4, atau terlemah secara year to date (YTD)+16.145 %
Januari dan indikasikan sektor tersebut kontraksi. Merosotnya harga minyak juga membantu mendorong indeks lebih rendah dari ekspetasi.
Dari dalam negeri Badan Pusat Statistik (BPS) mencaatat, penurunan tarif angkutan menjadi faktor utama yang menyebabkan deflasi pada bulan Agustus 2016. Pada Agustus, perubahan harga yang dihitung dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 0,02%. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More