Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.433,68 pada perdagangan Rabu, 15 Maret 2017. Sementara Indeks LQ45 juga tipis 0,52 poin atau 0,06 persen ke level 900,80.
Indeks naik seiring masih cukup kuatnya aksi beli saham yang dilakukan investor, khususnya terhadap saham-saham unggulan.
Kendati dibuka naik, posisi IHSG masih rawan terkoreksi hari ini, menyusul beberapa sentimen negatif yang muncul di pasar.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Bursa AS sendiri berakhir ditutup melemah setelah sektor energi tertekan anjloknya harga minyak dunia pasca OPEC mengatakan stok minyak global meningkat.
Di sisi lain, semakin dekatnya potensi kenaikan Fed Rate yang diperkirakan akan naik menjadi 0,75-1,00 persen menjadi fokus investor saat ini.
Sama halnya bursa AS, bursa Eropa juga ditutup melemah di tengah kehati-hatian pasar menjelang wacana kenaikan suku bunga European Central Bank (ECB) pada pekan ini.
Dari kawasan Asia, sentiment diwarnai oleh rilisnya data penjualan properti di China per Februari 2017 yang masih tumbuh 25,1 persen di tahun berjalan (ytd), menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi China.
IHSG hari ini cenderung bergerak flat ditengah minimnya sentiment penggerak. Domestik saat ini tengah fokus terhadap neraca perdagangan Indonesia yang dirilis Jumat, dengan potensi surplus yang bisa menipis. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More