Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 11,33 poin atau 0,21 persen ke level 5.305,11 pada perdagangan Kamis, 26 Januari 2017. Sedangkan Indeks LQ45 juga naik 2,86 poin atau 0,32 persen ke level 887,17.
Indeks berhasil naik seiring positifnya laju bursa global, pasca meningkatnya optimis pelaku pasar.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Indeks AS sendiri semalam ditutup naik dan melampaui level psikologisnya (20.000) didorong oleh beberapa executive orders dari Presiden Trump.
Hal tersebut telah memicu kenaikan optimisme pasar terhadap pemenuhan janji kampanye Trump. Data existing home sales dan house price index yang dilaporkan sejalan dengan proyeksi juga menjadi sentimen penggerak indeks.
Dari pasar Eropa, indeks tercatat naik di tengah laporan earnings season, sedangkan bursa di Asia Pasifik ditransaksikan naik merefleksikan penguatan Dow semalam.
IHSG sendiri diproyeksikan akan kembali mengalami kenaikan didorong oleh efek psikologi level Dow yang telah terlampaui.
Berikut kondisi bursa global dimana Indeks bursa AS pada ditutup di level tertinggi sepajang sejarah dengan DJIA 0,78 persen, S&P500 0,80 persen dan Nasdaq 0,99 persen.
Indeks saham di Eropa ditutup menguat dengab Indeks FTSE di Inggris 0,20 persen, DAX di Jerman 1,82 persen dan CAC di Perancis 0,99 persen. Dari Asia, indeks Nikkei di Jepang 1,43 persen, indeks Hang Seng di Hong Kong 0,43 persen dan indeks SSE di Shanghai 0,22 persen.
Emas ditutup di US$ 1.197 per troy ounce atau -1,07 persen. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 52,75 per barel atau -0,81 persen.(*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More