Ilustrasi pegerakan harga saham:. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik naik 15,92 poin atau 0,28% ke level 5.699,30 pada perdagangan Senin, 8 Mei 2017. Sedangkan Indeks LQ45 naik 4,00 poin atau 0,42% ke level 949,96.
Indeks naik seiring cukup kuatnya sentimen positif yang muncul di pasar saham. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar terus berburu saham yang masih kategori murah.
Jika hal ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin IHSG bakal cetak rekor lagi hingga penutupan perdagangan hari ini.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Bursa AS sendiri ditutup menguat menyusul menguatnya pasar tenaga kerja AS, dengan tingkat pengangguran di 4,4% sementara nonfarm payrolls tercatat diatas estimasi konsensus.
Di sisi lain, cadangan devisa China meningkat USD21 miliar menjadi USD3,03 triliun di bulan April, diatas estimasi konsensus (+US$ 11 miliar ke USD3,02 triliun).
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent sempat turun 2% ke USD49,9/barel setelah Baker Hughes melaporkan sumur produktif (rig count) AS bertambah 7 sumur menjadi 877 dan menandakan produksi AS akan kembali membanjiri pasar. Sementara harga emas tercatat stabil di USD1.232/toz.
Pertumbuhan ekonomi PDB Indonesia di Triwulan pertama tahun ini membaik ke 5,01%.
Saat ini market tengah menunggu data cadangan devisa yang akan dirilis. Nilai tukar Rupiah terhadap USD tercatat melemah ke 13.330. (*)
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More