Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 24,89 poin atau 0,46 persen ke level 5.396,56 pada perdagangan Senin, 13 Februari 2017. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 6,24 poin atau 0,70 persen ke level 900,13.
Indeks berhasil naik seiring derasnya aksi beli saham pada pagi ini, beriringan dengan menguatnya bursa global.
Mengutip riset Mandiri Sekuritas Indonesia, pada akhir pekan kemarin sendiri ditutup tipis. Indeks turun 0,4 poin (-0,01 persen) ke 5.371.
Setelah dalam satu minggu terakhir, IHSG masih belum mampu untuk melewati resistance akibat gap yang terjadi pada 11 November 2016, yaitu di area 5.380-5.414. IHSG akan mecoba kembali menguji resistance tadi dalam pekan ini.
Pergerakan IHSG hari diestimasi akan bergerak sideways. Estimasi pergerakan IHSG hari ini berada di 5.349 sampai dengan 5.399.
Berikut kondisi bursa-bursa global terakhir, Indeks bursa AS ditutup menguat membuat rekor tertinggi yang baru. DJIA 0,49 persen, S&P500 0,36 persen dan Nasdaq 0,33 persen.
Indeks saham di Eropa ditutup menguat, dengan FTSE di Inggris 0,40 persen, DAX di Jerman 0,21 persen dan CAC di Prancis 0,04 persen.
Dari Asia, indeks Nikkei di Jepang 2,49 persen dan indeks Hang Seng di Hong Kong 0,21 persen dan indeks SSE di Shanghai 0,44 persen.
Emas ditutup di US$ 1.235 per troy ounce atau -0,07 persen. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 53,86 per barel atau 1,62 persen. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More
Poin Penting Trump mengancam tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran, berlaku untuk seluruh… Read More
Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,89% ke level 9.028 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akan mengevaluasi pegawai DJP usai OTT KPK terkait dugaan suap pemeriksaan… Read More
Poin Penting Bank sentral global kompak dukung Jerome Powell usai ancaman pidana dari Donald Trump.… Read More
Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More