Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 27,57 poin atau 0,49% ke level 5.680,58 pada perdagangan Jumat, 12 Mei 2017.
Indeks berhasil menguat didorong aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan. Hal itu bisa dilihat dari posisi Indeks LQ45 yang dibuka menguat 6,92 poin atau 0,74% ke level 948,86.
Kendati berpeluang menguat IHSG masih dihantui sentimen negatif dari global, salah satunya pelemahan bursa AS.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Indeks AS kemarin ditutup melemah menyusul laporan penjualan buruk Macy’s dan Kohl yang memicu aksi jual saham department store dan menimbulkan kekhawatiran sektor ritel tidak banyak mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi ekonomi, data jobless claims tercatat turun 2.000 unit ke 236.000 dan dibawah estimasi konsensus, sementara tingkat pengangguran tercatat masih rendah.
Saat ini investor AS menunggu dirilisnya data penjualan retail bulan April dengan ekonom memperkirakan kenaikan 0,6%.
Dari pasar komoditas, harga minyak tercatat sempat menguat ke USD50,8/barrel menyusul persediaan minyak mentah AS yang turun sebesar 5,2 juta barel di minggu lalu. Penurunan minggu ini merupakan yang terbesar di tahun ini. Sementara harga emas ditutup flat di USD1.225/toz.
IHSG pun diprediksi kembali menguat seiring dengan kenaikan harga minyak dan ekspektasi peningkatan konsumsi menjelang bulan puasa di akhir bulan dan Lebaran di bulan depan. (*)
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More