Market Update

Dibuka Melemah, IHSG Kembali Ditutup di Zona Hijau 0,80%

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup menghijau sebesar 54,12 poin atau menguat 0,80% ke level 6.819 dari dibuka melemah di level 6.765,74 pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (19/1).

Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 217 saham terkoreksi, 294 saham menguat, dan 198 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 18,82 miliar saham diperdagangkan dengan 1,12 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp9,13triliun.

Hal positif tersebut juga diikuti oleh beberapa indeks yang mengalami penguatan, seperti IDX30 menguat 0,81% menjadi 489,09, LQ45 menguat 0,84% menjadi 937,61, SRI-KEHATI menguat 0,89% menjadi 413,59, dan JII menguat 0,67% menjadi 591,52.

Kemudian, hanya terdapat satu sektor yang mengalami pelemahan, yaitu sektor transportasi melemah 0,08%.

Sedangkan, sektor lainnya menunjukan penguatan, sektor tersebut diantaranya, sektor industrial menguat 2,19%, sektor kesehatan menguat 1,62%, sektor energi menguat 1,34%, sektor properti menguat 1,18%, sektor infrastruktur menguat 0,89%, sektor keuangan menguat 0,81%, sektor bahan baku menguat 0,55%, sektor siklikal menguat 0,53%, sektor teknologi menguat 0,48%, dan sektor non-siklikal menguat 0,40%.

Sederet saham top gainers diantaranya adalah PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE), dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO). Sedangkan saham top losers adalah PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP), PT Mitra Tirta Buwana Tbk (SOUL), dan PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII).

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK), PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR), dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Membaca Data Sritex: Antara Fakta Keuangan dan Narasi Kriminalisasi Bankir BPD

Oleh Tim Infobanknews/The Asian Post SIDANG kredit macet PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex,… Read More

2 mins ago

Konsisten Tambah Modal, Amar Bank Siap Naik Kelas ke KBMI 2

Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More

4 hours ago

Strategi Investasi AXA Mandiri Hadapi Volatilitas Pasar

Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More

5 hours ago

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

14 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

14 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

17 hours ago