Jakarta – Wimboh Santoso telah terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) dalam keputusan hasil voting di Komisi XI DPR-RI awal bulan lalu. Tak perlu waktu lama, Wimboh langsung membuat gebrakan dengan menyusun program-programnya di internal OJK yang bertujuan untuk membuat OJK lebih baik lagi. Salah satu program yang diprioritaskan adalah terkait dengan efisiensi di dalam lembaga independen tersebut.
Efisiensi yang akan dilakukan Wimboh di segala bidang ini bukan tanpa alasan. Dirinya beragumen, efisiensi sangat penting dilakukan agar OJK dapat lebih fokus pada pengawasan kepada industri jasa keuangan. Langkah yang dilakukan Wimboh di OJK ini juga sejalan dengan janji Wimboh yang akan mengupayakan agar anggaran lembaganya tidak mengandalkan anggaran negara (APBN). Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri.
Tantangan terbesar OJK adalah pembenahan internal dan masalah anggaran OJK yang diperkirakan akan mengalami defisit, jika selama lima tahun ke depan (2017-2022) tidak ada perubahan struktur penerimaan. Menurut Wimboh, strategi yang akan dilakukan untuk mencegah OJK mengalami defisit anggaran setelah lembaga tersebut hanya mengandalkan pendanaan dari iuran industri pada tahun ini yakni dengan melakukan efisiensi besar-besaran.
“Terutama kan sebenernya efisensi harus kita lakukan. Seberapa jauh kita bisa melakukan efisiensi nanti lihat lah kita lihat setelah masuk. Kami akan mendorong efisiensi,” kata Wimboh setelah sidang paripurna yang mengesahkan terpilihnya dia dan enam anggota DK OJK lainnya, Di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 6 Juli 2017.
Apa saja efisiensinya?
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More