News Update

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting

  • Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744 juta pada 9 Januari 2026 untuk tujuan investasi
  • Aksi korporasi tersebut membuat porsi hak suara Timothy Utama naik dari 0,0111 persen menjadi 0,0112 persen.
  • Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit 13,1 persen yoy menjadi Rp1.452 triliun, DPK naik 15,9 persen, serta total aset tumbuh 14,6 persen menjadi Rp2.120 triliun per November 2025.

Jakarta – Langkah jajaran direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali mencuri perhatian pasar. Salah satunya, Timothy Utama selaku direktur operasional perseroan tercatat menambah kepemilikan saham BMRI di tengah dinamika pasar saham awal 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip 16 Januari 2026, Timothy Utama melakukan pembelian saham BMRI sebanyak 155 ribu lembar saham.

Transaksi tersebut dilakukan pada 9 Januari 2026 dengan harga Rp4.800 per saham. Jika diakumulasi, Timothy merogoh kocek Rp744 juta untuk mendapatkan saham tersebut. Adapun tujuan dari pembelian tersebut adalah investasi.

Baca juga: Konsumsi Diproyeksi Pulih 2026, Bank Mandiri Ungkap Faktor Pendorongnya

Seiring transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Timothy Utama meningkat dari sebelumnya 10.334.300 saham menjadi 10.489.300 saham. Alhasil, porsi hak suaranya pun naik tipis dari 0,0111 persen menjadi 0,0112 persen.

Kinerja Bank Mandiri

Hingga November 2025, Bank Mandiri secara bank only berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit 13,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp1.452 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan kredit secara industri. 

Pertumbuhan ini juga ditopang peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 15,9 persen secara tahunan menjadi Rp1.584 triliun.

Baca juga: Dividen Interim Bank Mandiri (BMRI) Rp9,3 T Dibagikan Hari Ini, Berikut Rinciannya

Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) Bank Mandiri juga terjaga optimal pada kisaran 91 persen.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit yang positif, total aset Bank Mandiri (bank only) per November 2025 turut naik hingga mencapai Rp2.120 triliun atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

4 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

4 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

5 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

5 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

6 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

7 hours ago