Ekonomi dan Bisnis

Di Usia ke-50 Jadi Momentum Askrindo Bangkit dan Mendorong Perekonomian

Jakarta – Memasuki usianya yang ke-50 tahun, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) terus berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Askrindo sebagai anak usaha Indonesia Financial Group (IFG) juga terus mendukung pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dalam usianya yang sudah setengah abad, Askrindo memantapkan langkah nyatanya bagi negeri melalui pemberdayaan UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Direktur Utama Askrindo Dedi Sunardi mengatakan, tahun ini adalah momentum bagi perseroan untuk bangkit dan memberikan sumbangsih nyata bagi Indonesia saat perekonomian membutuhkan dorongan dari berbagai pihak dan sektor.

“Dengan aktivitas perekonomian yang beranjak pulih, pada tahun ini Askrindo akan mampu membukukan laba sebelum pajak sekitar Rp912 miliar, dengan pendapatan underwriting diperkirakan sebesar Rp4,1 triliun,” ujar Dedi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 7 April 2021.

Dirinya menjelaskan, selama perjalanan 50 tahun, Askrindo telah melalui perjalanan yang tidak mudah, dengan berbagai tantangan dan dinamika persaingan yang dijalankan secara sehat. Dalam usia emasnya ini, menjadi momen penting bagi perusahaan untuk sejenak melihat kebelakang agar bisa melangkah jauh ke depan dengan kinerja yang semakin baik dan penuh kehati-hatian. 

“Manajemen terus berupaya melakukan transformasi budaya dan bisnis sebagai komitmen penerapan core values AKHLAK dalam aktivitas sehari-hari, dengan bekerja cerdas, fokus dan terarah sehingga Askrindo menjadi perusahaan terkemuka dan terpercaya dalam industri perasuransian di Indonesia,” ucap Dedi.

Asisten Deputi bidang Asuransi dan Jasa lainnya Kementerian BUMN Anindita Eka Wibisono menyatakan, komitmen dan kontribusi Askrindo dalam pengembangan ekonomi Indonesia melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dimulai sejak 2007 hingga saat ini, asuransi umum dan tidak ketinggalan Askrindo juga berpartisipasi melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional yang telah dimulai sejak pertengahan tahun lalu hingga saat ini. 

‘”Tahun lalu telah disetujui penyertaan modal negara (PMN), kami sangat berharap dengan suntikan modal ini mampu mendorong kinerja Askrindo kedepannya dan kami berharap solidaritas komisaris dan manajemen untuk mengembangkan portfolio bisnis yang sehat, pada akhirnya memberi kontribusi positip bagi negara melalui dividen, pajak dan multiplier effect lainnya bagi perekonomian,” paparnya.

Di ulang tahunnya yang ke-50 ini, Askrindo telah menjembatani 300 UMKM di seluruh Indonesia dengan pelaku marketplace untuk mendorong pemasaran produk melalui e-commerce, sedangkan milenial Askrindo merilis E-book AKHLAK sebagai bentuk nilai internalisasi nilai budaya AKHLAK serta terjun langsung dalam kegiatan TJSL di berbagai wilayah. 

Sementara itu, Komisaris Utama Askrindo Widodo Ekatjahjana menyampaikan, dengan tema yang diambil “Nyata Bagi Negeri” ini sejalan dengan penugasan perusahaan untuk menjalankan penjaminan PEN dan KUR serta mendorong UMKM di sekuruh Indonesia semakin maju. Melalui produk non-program, Askrindo diharapkan mampu menjadi asuransi kredit terbesar di Indonesia.

“Dengan komando direksi saat ini, diharapkan semakin dan selalu solid sehingga bisa meningkatkan underwriting dan core system dengan kualitas data yang lebih baik serta penguatan tata kelola perusahaan,” papar Widodo. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

4 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

16 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

16 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

16 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

16 hours ago