News Update

Di Tengah Tech Winter, Kinerja Industri Modal Ventura Tetap Impresif, Ini Buktinya

Poin Penting

  • Laba industri modal ventura melonjak 150,78% yoy menjadi Rp579,77 miliar per November 2025, meski di tengah tekanan tech winter.
  • Pembiayaan terkonsentrasi ke sektor riil, terutama perdagangan besar dan eceran, disusul rumah tangga, pertanian, dan industri pengolahan.
  • Strategi investasi lebih selektif dan fokus pada usaha berfundamental kuat membuat dampak tech winter lebih terkendali.

Jakarta – Di tengah kondisi tech winter yang membuat investor memperketat seleksi investasi, kinerja industri modal ventura Indonesia masih menunjukan performa yang impresif.

Hal ini tecermin dari laba bersih industri modal ventura yang tumbuh signifikan sebesar 150,78 persen secara tahunan (yoy), mencapai Rp579,77 miliar per November 2025. 

“Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas portofolio melalui strategi pembiayaan yang lebih selektif,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, Jumat, 9 Januari 2026.

Baca juga: Modal Ventura ke Fintech Makin Selektif, Ini Penjelasan OJK

Pembiayaan Terkonsentrasi ke Sektor Riil

Agusman menyebutkan, penyaluran pembiayaan industri modal ventura saat ini masih terkonsentrasi pada sejumlah sektor yang memiliki potensi dan kebutuhan pendanaan relatif stabil, khususnya pada pembiayaan kegiatan ekonomi riil.

Ia menjelaskan, terdapat lima sektor yang menjadi penyumbang pembiayaan terbesar. Pertama, sektor pedagang besar dan eceran serta reparasi perawatan mobil dan sepeda motor dengan nilai Rp7,63 triliun, atau setara 68,53 persen.

Selanjutnya, sektor rumah tangga sebagai pemberi kerja, yang mencakup aktivitas produksi barang dan jasa untuk kebutuhan sendiri, dengan nilai Rp766,62 triliun atau sekitar 6,55 persen.

Sektor selanjutnya yakni berasal dari pertanian, kehutanan dan perikanan , senilai Rp519,43 triliun atau 4,66 persen. 

Kemudian, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar Rp519,43 miliar atau 4,66 persen.

Sektor berikutnya adalah penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, termasuk perjalanan dan penunjang usaha lainnya, dengan nilai Rp412,25 miliar atau 3,70 persen.

Terakhir, sektor industri pengolahan dengan nilai pembiayaan Rp410,78 miliar atau 3,69 persen.

Strategi Selektif Redam Dampak Tech Winter

“Kondisi tech winter masih tetap memengaruhi industri modal ventura, namun dampaknya mulai lebih terkendali sering dengan penyesuaian strategi investasi, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fokus pada usaha yang memiliki fundamental yang kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. 

Baca juga: OJK Kasih Update Total Pembiayaan Multifinance Terdampak Banjir Sumatera, Nilainya Segini

Sebelumnya, Agusman juga menyampaikan bahwa industri modal ventura pada 2026 berpotensi tumbuh positif meskipun terbatas. Peluang Pertumbuhan antara lain berasal dari fokus pembiayaan pada startup yang telah profitable, ekspansi ke sektor hilirisasi, dan peningkatan investasi berbasis syariah. 

“Industri ini perlu mewaspadai tekanan akibat tech winter, dinamika perekonomian, dan keterbatasan sumber pendanaan,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ekspansi Ritel, MR.DIY Indonesia Siap Tambah 270 Toko dan Flagship Store di 2026

Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More

4 hours ago

Geopolitik dan Harga Minyak Bayangi Ekonomi 2026, Permata Bank Lakukan Strategi Ini

Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More

5 hours ago

Klaim Bencana Sumatra Belum Tuntas, Jasindo Targetkan Finalisasi Mei 2026

Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More

5 hours ago

Ekonom Ingatkan PR Besar Pimpinan Baru OJK, dari Pasar Modal hingga Risiko BPR

Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More

6 hours ago

ICDX Gelar Commodity Outlook 2026

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More

6 hours ago

KPK Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More

7 hours ago