Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) optimis kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih dapat terus tumbuh pada tahun ini seiring dengan menjamurnya industri fintech Peer to peer landing.
Bahkan, Direktur Eksekutif Riset, Surveilans & Pemeriksaan LPS Didik Madiyono optimis penyaluran kredit BPR masih dapat tumbuh double digit pada tahun ini.
“Ya masih tumbuh, tahun ini kemungkinan kredit masih dapat tumbuh (double digit),” kata Didik pada acara seminar The Finance “Peluang Baru BPR dalam Revolusi Industri 4.0” di Milenium Hotel Jakarta, Jumat, 5 April 2019.
Didik menambahkan, hingga Januari saja tercatat penyaluran kredit BPR masih dapat terus tumbuh 12 persen. Hal tersebut seiring pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Menurutnya, hadirnya layanan kredit pada fintech tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pertumbuhan kredit BPR. Sebab, setiap industri memiliki segmen masyarakat masing-masing.
“Dampak tentu saja pasti ada, tapi signifikan atau tidak kemungkinan tidak karena melihat pertumbuhan BPR masih diatas bank umum masih oke saling melengkapi,” tambah Didik.
Sebagai informasi, LPS mencatatkan angka penyaluran kredit BPR hingga Januari 2019 mencapai Rp98,6 triliun angka tersebut terus tumbuh bila dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya sebesar Rp68,3 triliun. (*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More