Jakarta–PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) mencetak laba bersih sebesar Rp1,57 triliun pada 2016, meningkat 14,4 persen dibanding perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp1,37 triliun. Kenaikan laba perseroan jauh di atas industri yang cuma 1,83 persen pada tahun lalu.
Direktur Utama BJB, Ahmad Irfan menjelaskan, bahwa kenaikan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 23,4 persen dari Rp4,61 triliun, menjadi Rp5,69 triliun. Hal ini didukung oleh kenaikan kredit dan melonjaknya Marjin bunga bersih (NIM) dari 6,3 persen menjadi 7,4 persen.
Dari sisi perkreditan perseroan mengalami kenaikan 14,2 persen dari Rp55,30 triliun menjadi Rp63,14 triliun per akhir Desember 2016. Kualitas kredit membaik dengan NPL gross turun dari 2,91 persen menjadi 1,69 persen.
Sedangkan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 16,1 persen dari Rp62,75 triliun menjadi Rp72,83 triliun. Ini membuat rasio kredit terhadap DPK (LDR) perseroan ada di level 96,7 persen. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More
Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More
Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More
Poin Penting OJK dan Kemenkeu berkoordinasi menurunkan bunga kredit melalui penempatan dana pemerintah dan pengendalian… Read More
Poin Penting BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat perlindungan data pribadi… Read More