Ekonomi dan Bisnis

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Teknologi Jadi Kunci Jaga Ketahanan Bisnis

Jakarta – Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi pelaku industri. Di tengan situasi ini, pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam menjaga ketahanan portofolio bisnis, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Sebenarnya ini sudah terbukti bahwa dengan pemanfaatan teknologi ada beberapa hal yang bisa didapatkan oleh pelaku industri seperti tumbuhnya performance. Itu sudah ada data kajian yang kita terima, bahkan tumbuhnya bisa 20 persen,” kata POH VP Corporate Strategy, Innovation, Sustainability & Marketing Telkomsel Jockie Heruseon dalam acara Digital Transformation Summit (DTS) 2025, Selasa, 26 Agustus 2025.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi ini bisa mempercepat proses ‘time to market’ , atau periode waktu yang dibutuhkan untuk mengembangkan, memproduksi, dan meluncurkan produk baru ke pasar.

“Dengan proses manual di-compare dengan proses automasi itu pasti time to market untuk kita meliris produk kita jauh lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, manfaat lainnya yakni bisa menurunkan biaya (cost) produksi sehingga jauh lebih efisien. Hal ini kata dia yang dibutuhkan oleh pelaku industri untuk memiliki positioning and bargaining di pasar menjadi lebih kompetitif.

Tak hanya itu, pihaknya terus melakukan sinergi lintas industri. Di mana, Telkomsel tidak hanya menyediakan layanan internet seluler maupun fixed broadband.

Baca juga : Indo Livestock 2025 Usung Inovasi Teknologi Peternakan, Kementan-Napindo Teken LoI

“Kami juga memiliki alat yang membantu ritel misalnya dalam hal ini Indomaret atau Alfamart mau membuka toko baru, maka kami bisa mendeteksi apakah daerah yang dituju itu layak atau tidak, potensial atau tidak,” ujarnya.

Jockie juga menambahkan dengan adanya sinergi ini juga sangat membantu Telkomsel maupun pelaku industri.

“Adanya sinergi lintas industri ini juga membantu kami untuk berpikir kritis melakukan efisiensi sehingga kami maupun patner kami juga bisa menekan pengeluaran karena terbantu adanya sinergi,” sambung Jockie.

Hal senada juga diungkapkan oleh Iman Hirawadi Principal Telecom Architect and Business Consultant of ZTE Indonesia yang mengungkapkan pihaknya juga melakukan sinergi lintas industri. 

“Kami sudah berkolaborasi lintas industri, tidak hanya ke operator seluler untuk akses radio jaringan tetapi juga ke ranah dunia pertambangan bahkan otomotif,” ujarnya.

Perlu Adanya Regulasi

Sementara itu, Muhammad Arif Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyampaikan sinergi sudah dilakukan internet service provider (ISP) di bawah naungan APJII. Sinergi ini juga akan membantu para anggota APJII bertahan di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi.

Arif menjelaskan saat ini ada ribuan anggota APJII. Meskipun mereka dalam satu naungan, akan tetapi jika tidak diatur jumlah perusahaan ISP maka akan muncul persaingan di antara anggota bahkan muncul persaingan tarif.

Baca juga : Dorong Inovasi Teknologi, GreenTeams Kantongi Pendanaan Seri A

“Sinergi perlu untuk kami lakukan supaya pemanfaatan internet di Indonesia ini makin merata. Tetapi perlu juga adanya regulasi supaya jumlah ISP ini tidak bertumpuk dan hanya ada di Pulau Jawa maupun Bali,” kata Arif.

Ia menambahkan, dengan adanya regulasi untuk melakukan sinergi antara anggota APJII ini, maka bisa membantu pemerataan internet di seluruh Indonesia dan tidak hanya terfokus di wilayah Jawa dan Bali.

Butuh Talenta Digital

Tidak hanya sinergi antar industri, kebutuhan talenta digital juga perlu digenjot untuk melakukan percepatan digitalisasi demi tercapainya kemajuan ekonomi di Indonesia. 

Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Informasi pada Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Mulyadi menjelaskan untuk mengatasi talenta digital, pihaknya terus melakukan pelatihan.

“Di Kementerian, kita butuh talenta digital dan untuk memindahkan orang yang mumpuni harus ada nota dinas dan terkadang nota dinas ini lama balasannya. Maka kita beberapa kali membuka lowongan CASN dan juga menggandeng konsultan untuk memaksimalkan talenta digital,” ungkap Mulyadi.

“Selain itu, CASN yang lolos seleksi ini juga kami sekolahkan untuk menambah ilmunya,” sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan Shieny Aprilia selaku Co-Founder & CEO Agate yang menyebut memperbanyak keterlibatan anak-anak muda dalam sejumlah proyeknya. 

“Saat bersinergi, misalnya saja dengan Astra, mereka meminta kami membuatkan game untuk proses rekrutmen. Game ini tentang pemecahan masalah sehingga yang terpilih nantinya benar-benar kompeten di bidangnya,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

8 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

8 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

8 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

14 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

14 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

14 hours ago