President CFO Club Indonesia, Yuanita Rohali, dalam CFO Club Indonesia New Year Gathering 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026. (Foto: Ari Astriawan)
Poin Penting
Jakarta – Di tengah berbagai dinamika global dan perkembangan teknologi serta tantangan geopolitik, peran seorang chief financial officer (CFO) semakin strategis bagi perusahaan.
Hal itu diungkapkan President CFO Club Indonesia, Yuanita Rohali, dalam CFO Club Indonesia New Year Gathering 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.
Menurut Yuanita, saat ini, CFO tidak hanya bertugas menyiapkan laporan keuangan, perpajakan, maupun budgeting. Peran CFO telah berkembang menjadi mitra strategis manajemen yang berperan sebagai navigator perusahaan. Khususnya dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan transformasi bisnis.
“Kita adalah navigator dari perusahaan kita. Kita memiliki peran dalam bidang risk management dan juga transformasi perusahaan,” papar Yuanita.
Baca juga: CFO Jadi Nakhoda di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
CFO Club Indonesia sendiri adalah perkumpulan para direktur keuangan dan CFO yang berdiri sejak 2019. Organisasi ini menjadi wadah strategis bagi para CFO untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta berkolaborasi dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha dan perekonomian nasional.
Adapun CFO Club Indonesia New Gathering sudah digelar sejak 2022. Pada tahun ini, CFO Club Indonesia berkolaborasi dengan Infobank Media Group, dan di-support oleh AON Indonesia.
Baca juga: APBN 2025 Defisit 2,92 Persen, Wamenkeu Bilang Begini
Selain keynote speech dari Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, gathering kali ini juga diisi dengan talkshow bertema Unlocking AI Technology, Indonesian Political Risk, and Challenges. Tema ini sangat relevan dengan realitas yang dihadapi saat ini.
“Kami berharap diskusi ini dapat memberikan perspektif yang lebih konkret terkait implikasi teknologi AI, dinamika risiko geopolitik, serta dampaknya terhadap pengambilan keputusan keuangan, strategis bisnis, dan pendekatan mitigasi risiko ke depan,” pungkas Yuanita. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Suku bunga simpanan bank turun, SBP rupiah menjadi 3,14% dan SBP valas 2,79%… Read More
Poin Penting Belanja APBN 2026 Rp3.842,7 triliun, difokuskan ke sektor prioritas seperti pangan, energi, MBG,… Read More
Poin Penting Kemenkeu optimistis ekonomi RI tumbuh di atas 5% pada 2025-2026, dengan proyeksi APBN… Read More
Poin Penting APBN 2025 mencatat defisit 2,92 persen PDB, tetap dijaga di bawah batas 3… Read More
Poin Penting LPS telah melikuidasi 147 bank sejak berdiri hingga 2025, terdiri dari bank umum,… Read More
Poin Penting BRI Insurance meluncurkan OTOMAXY sebagai identitas baru BRINS OTO OTOMAXY hadir dengan empat… Read More