Nasional

Di Seminar Natal Nasional 2026, Menteri Ara Tegaskan Bantuan Sosial Terus Disalurkan

Poin Penting

  • Penyaluran bantuan Natal Nasional 2025 berlanjut, mencakup paket pendidikan, renovasi gereja, sembako, pembangunan jembatan di Papua
  • Seminar Natal Nasional 2026 digelar di UPH Tangerang dengan tema penguatan peran keluarga sebagai fondasi nilai kasih, toleransi, dan kemanusiaan
  • Pendidikan dan keluarga ditegaskan sebagai pilar bangsa, dengan penekanan pada penguasaan teknologi, peran strategis pendidik, serta pentingnya iman.

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyaluran bantuan sosial, yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Natal Nasional 2025.

Hal itu diungkapkan Maruarar atau akrab disapa Ara ketika membuka Seminar Natal Nasional 2026 di Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, 3 Februari 2026 kemarin. Menteri yang biasa disapa Ara itu menegaskan pentingnya membangun Indonesia melalui langkah-langkah nyata yang berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan bersama.

“Komitmen tersebut kami wujudkan melalui berbagai inisiatif sosial sepanjang rangkaian Natal Nasional 2025, mulai dari pembagian seribu paket pendidikan senilai Rp10 juta per penerima di berbagai daerah, renovasi 100 gereja, penyaluran 20 ribu paket sembako di 10 wilayah Indonesia, pembangunan dua jembatan di Papua, distribusi 30 ribu Alkitab ke seluruh Indonesia, hingga bantuan bagi para korban bencana alam,” paparnya dikutip dalam keterangan resmi, Rabu, 4 Februari 2026.

Di kesempatan sama, Ara juga melakukan penyerahan 5 unit ambulans secara simbolis. Ambulance yang disumbangkan oleh PT Astra International Tbk itu diserahkan kepada 5 lembaga lintas agama, yakni Masjid Istiqlal, Pos Pelayanan HKBP Perum Green Cikarang, Keuskupan Bogor, Yayasan Graha Yadnya, dan Yayasan Jejak Peduli.

Baca juga: Dukung Pemulihan, BTN Salurkan Bantuan Rp13,17 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra

Dengan penyerahan ini, total bantuan ambulans yang disalurkan Panitia Natal Nasional 2025 mencapai 35 unit.

Adapun Seminar Natal Nasional 2026 di UPH ini menjadi yang ke-11 dari rangkaian kegiatan serupa yang sudah digelar di sejumlah kota. Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga – Matius 1:21–24”, masyarakat diajak merefleksikan kembali keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kasih, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, rangkaian kegiatan ini juga diwujudkan lewat aksi nyata. Mulai dari bakti sosial, bantuan bagi korban bencana, pemberian beasiswa, perbaikan gereja, hingga penyediaan ambulans di berbagai daerah.

Diikuti lebih dari 2.000 peserta baik secara luring maupun daring, seminar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, dan James T. Riady, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH).

Kedua narasumber mengajak peserta merefleksikan peran strategis keluarga, iman, dan pendidikan sebagai fondasi pembentukan manusia Indonesia yang utuh dan berdaya saing, sekaligus perekat persatuan bangsa di tengah perubahan zaman.

Brian menyampaikan, pendidikan memegang peranan krusial dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. Penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mendasar yang harus dimiliki generasi masa depan. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan SDM yang berkelanjutan, dengan pendidik sebagai kunci utama dalam proses tersebut.

“Pendidik merupakan garda terdepan dalam proses pembentukan kualitas SDM, karena dari tangan merekalah lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman. Pendidikan yang dikelola dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing,” paparnya.

Baca juga: Bantuan Bakti BCA dan BCA Syariah Jangkau Korban Bencana di Aceh Tamiang

Sementara, James Riady membagikan perjalanan pribadinya ketika ia menyadari bahwa hidup tidak semata-mata diukur dari pencapaian dan reputasi, melainkan dari kesediaannya untuk memenangkan hati keluarganya. Menurutnya, perubahan sejati harus dimulai dari pembaruan diri, dengan menjalani hidup yang berbeda, lebih bertanggung jawab, dan berakar pada kebenaran yang memerdekakan.

“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Purbaya Beberkan Penerimaan Pajak Januari 2026 Capai Rp116,2 T, Tumbuh 30,8 Persen

Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More

13 mins ago

Andy Arslan Djunaid Mundur dari Kursi Komut JMA Syariah, Ada Apa?

Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More

33 mins ago

IHSG Ditutup di Zona Hijau, Saham BBTN, AMMN, dan BRIS Jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More

37 mins ago

Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,07 Persen di 2025

Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More

40 mins ago

Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025

Poin Penting Sepanjang 2025, Bank Mandiri merealisasikan 1.174 program TJSL di 12 wilayah Indonesia sebagai… Read More

59 mins ago

Purbaya Bersyukur per Januari 2026 Pendapatan Negara Rp172,7 Triliun, Ini Penopangnya

Poin Penting Penerimaan negara hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp172,7 triliun, tumbuh 9,8 persen yoy… Read More

1 hour ago