Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Mardyana Listyowati bersama Konsul Jenderal RI Guangzhou, Ben Perkasa Drajat mengunjungi Paviliun Indonesia High Tech pada penyelenggaraan 21st China ASEAN Expo (CAEXPO) 2024 di Nanning, Guangxi, RRT, Kamis, 26 Sep 2024. (Foto: Dok. Kemendag)
Jakarta – Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp479 miliar dalam ajang China-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-21 yang dilaksanakan pada 24-28 September 2024 di Tiongkok.
Hal itu dibeberkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Mardyana Listyowati, yang mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian transaksi tersebut. Menurutnya, hasil yang diperoleh menjadi indikasi yang jelas mengenai potensi besar yang dimiliki produk-produk asal Indonesia.
“Kami bangga dengan hasil transaksi yang telah dicapai. Hasil ini adalah bukti nyata potensi besar yang dimiliki produk Indonesia,” ujar Mardyana, dikutip, Rabu, 2 Oktober 2024.
Mardyana mengungkapkan, produk-produk dari Indonesia yang paling diminati dalam pameran tersebut antara lain, kepala sawit, kelapa, cengkeh, kopi, buah tropiis, kerajinan tangan, mi instan, serta makanan olahan.
“Kami berharap hasil pameran ini dapat mendorong peningkatan ekspor dan memperkuat daya saing produk lokal di pasar internasional, khususnya Tiongkok,” kata Mardyana.
Baca juga: Tekan Defisit, Mendag Diminta Optimalkan Produk RI ke China
Mardyana juga menegaskan bahwa pameran ini selain membuka peluang kerja sama baru, juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk beriinteraksi langsung dengan pasar China yang sangat besar.
“Dengan hasil yang menggembirakan, Indonesia semakin optimistis dalam memperkuat posisi di pasar internasional, khususnya di Tiongkok dan ASEAN,” imbuh Mardyana.
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag RI, Miftah Farid menambahkan, selain CAEXPO 2024, Indonesia hadir dalam berbagai forum untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi.
Beberapa forum yang dihadiri Indonesia di antaranya, yaitu Dialogue China’s Green Value Chain dan China-Indonesia Trade and Investment Conference di Grand Metro Park Hotel, Nanning, Tiongkok.
Kedua forum tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan China-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) 2024 dan Indonesia-China Investment Forum.
Baca juga: Digelar Lima Hari, INACRAFT 2024 Bidik Transaksi hingga Rp100 Miliar
Di sela pameran, Indonesia juga menggelar pertemuan bilateral dengan perwakilan Provinsi Guangxi dan menghadiri forum The RCEP High Level Dialogue. Kedua acara ini dilaksanakan di Hotel ShangriLa, Nanning, Tiongkok.
“Partisipasi pada CAEXPO 2024 yang dirangkai dengan pertemuan di berbagai forum internasional menjadi wadah strategis dan efektif untuk mempromosikan produk dan investasi di Indonesia,” beber Miftah.
Dalam acara tersebut, Indonesia menampilkan tiga paviliun yaitu Paviliun Komoditas, Paviliun Nasional, dan Paviliun ASEAN High Tech.
Paviliun Komoditas menampilkan 51 peserta yang berpartisipasi, baik secara mandiri maupun difasilitasi pemerintah pusat, daerah, atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sementara itu, Paviliun Nasional dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mempromosikan potensi sawit dan turunannya.
Sedangkan, Paviliun ASEAN High Tech khusus menampilkan produk mobil listrik yang diproduksi Wuling Indonesia. Paviliun ini bertujuan untuk menggambarkan Indonesia sebagai negara yang ramah terhadap investasi asing dan mampu berkontribusi dalam rantai pasok global.
Baca juga: Mendag Zulhas Optimis Industri Alas Kaki Rajai Pasar Global, Ini Buktinya
Pada CAEXPO tahun ini, Indonesia berhasil menyabet tujuh penghargaan bergengsi. Penghargaan tersebut yaitu:
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More