Jakarta–PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) catat penurunan laba bersih di triwulan I-2016 sebesar 25,7% menjadi Rp3,8 triliun. Sebelumnya di periode sama tahun lalu, Mandiri berhasil mencetak laba bersih Rp5,1 triliun.
Direktur Utama Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan penurunan laba Mandiri tersebut terjadi seiring usaha perseroan dalam melakukan pencadangan. Tak tanggung-tanggung, untuk triwulan I ini Mandiri mengakui melakukan pencadangan diatas 130%.
“Hal tersebut membuat laba turun,” kata Kartika di Plaza Mandiri Jakarta, Senin, 16 Mei 2016.
Ia sendiri memaparkan perolehan pendapatan bunga bersih sendiri di triwulan I-2016 tercatat mencapai Rp12,33 triliun, atau tumbuh 20,1% jika dibandingkan perolehan di periode sama tahun sebelumnya Rp10,26 triliun.
Hasil tersebut didorong oleh meningkatnya penyaluran kredit sampai dengan Maret 2016 sebesar 7,9% dari
Rp532,8 triliun menjadi Rp574,7 triliun.
Sementara dari sisi dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 4,2% atau mencapai Rp655,1 triliuun. Sebelumnya diperiode sama tahun lalu hanya Rp628,7 ttriliun.
“Jadi kita optimis sampai akhir tahun ini kinerja kita masih akan meningkat,” jelasnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More