Jakarta – PT Darma Henwa Tbk memperkirakan, pihaknya dapat meningkatkan produksi batubara di 2018 mencapai 17 juta metrik ton, sehingga pendapatan pada tahun ini diyakini akan mencapai US$319 juta.
“Kami mengestimasikan produksi batubara sebanyak 17 juta ton. Kami berharap revenue 2018 sebesar US$319 juta dan EBITDA US$50 juta,” kata Presiden Direktur Darma Henwa, Faisal Firdaus usai RUPS DEWA di Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.
Dia menyebutkan, pada tahun ini perseroan tidak membagikan dividen dari laba bersih 2017 karena masih perlu modal kerja untuk meningkatkan produksi.
Pada 2017 DEWA membukukan kenaikan laba usaha sebesar 100 persen (yoy) menjadi US$16,74 juta, sedangkan Laba Tahun Berjalan meningkat 403,6 persen menjadi US$2,77 juta. Dan, Laba Komprehensif Tahun Berjalan 2017 meningkat 54?,1 persen (yoy) menjadi US$2,42 juta.
Faisal menyebutkan, proyeksi produksi batubara 2018 sebesar 17 juta metrik ton telah mempertimbangkan peningkatan permintaan di tingkat global. Pada 2017, produksi batubara DEWA menurun 15,2 persen (yoy) menjadi 12,77 juta metrik ton.
Lebih lanjut Faisal mengatakan, keyakinan perseroan meraih target produksi batubara mencapai 17 juta metrik ton akan dibarengi dengan peningkatan produksi overburden menjadi sekitar 140-150 juta bcm atau lebih besar dari realisasi di 2017 yang hanya 85,78 juta bcm.
Dia mengaku, pada tahun ini perseroan akan fokus memperbaiki fundamental operasi yang ditopang oleh ketersediaan belanja modal sebesar US$35 juta.
“Capex sampai akhir tahun ini ada dari pinjaman dan vendor financing,” ujar Faisal sembari menyebutkan, pada tahun ini DEWA sudah meraih profit US$2 juta. (*)
Poin Penting Adira Finance membagikan dividen Rp772,37 miliar (Rp630/saham) atau sekitar 50 persen dari laba… Read More
Poin Penting Pemerintah menyiapkan injeksi likuiditas Rp100 triliun ke bank-bank Himbara untuk menjaga stabilitas sistem… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut usulan pengadaan motor listrik dan komputer untuk… Read More
Poin Penting Defisit APBN 2026 dipastikan tetap dijaga di bawah 3 persen meski harga minyak… Read More
Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More
Poin Penting Ahli OJK menilai prosedur kredit Bank Jateng ke Sritex telah sesuai prinsip kehati-hatian… Read More