Ilustrasi: Harga Bitcoin. (Foto: istimewa)
Frankfurt – – Deutsche Bank menjadi satu dari sekian bank yang ikut memberikan peringatan kepada investor tentang penggunaan bitcoin sebagai investasi.
“Saya sama sekali tidak merekomendasikan hal ini kepada investor sehari-hari,” ujar Ulrich Stephan, kepala strategi pemberi pinjaman terbesar Jerman, seperti dikutip dari Reuters.
Stephan mengatakan bahwa fluktuasi (bitcoin) terlalu besar dan regulasi masih lemah.
Bitcoin berhasil menembus level US$ 8.000 untuk pertama kalinya selama akhir pekan dan diperdagangkan pada US$ 8.216 pada Rabu lalu. Para ahli kemudian memprediksi bahwa bitcoin berpotensi menembus US$ 10.000.
Peminat bitcoin terus bertambah, dan pembelian bitcoin diketahui terus meningkat. Bersamaan dengan itu, banyak pula peringatan terkait potensi terjainya bubble. Chief Executive Officer JPMorgan Chase & Co Jamie Dimon awal tahun ini menyebut bitcoin sebagai sebuah “penipuan”.
Senada, Ketua UBS Axel Weber yang terus menghimbau agar hati-hati terhadap bitcoin. Meski demikian, dia mengakui ada potensi teknologi yang mendasari hal tersebut.
“Pada titik ini, saya sangat berhati-hati dengan bitcoin sebagai entitas. Saya jauh lebih optimis dengan teknologi yang mendasarinya,” imbuh Weber.(*)
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More
Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More
Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More