Jakarta–Deutsche Bank memperoleh sebutan “Peserta Pasar yang Paling Aktif dan Mendukung” oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) atas keberhasilan KSEI mengimplementasikan proyek S-INVEST (Integrated Investment Management System/Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu).
Proyek ini diawali oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bulan Nopember 2014, dengan tujuan mengotomatisasi dan memperlancar informasi/instruksi terkait dana di industri pengelolaan investasi Indonesia.
Deutsche Bank memenangkan satu dari empat pengharaan yang diberikan oleh KSEI kepada bank-bank kustodian, para manajer investasi, agen penjual dan perusahaan efek, pada tanggal 30 Agustus, sebagai pengakuan atas kontribusi mereka yang signifikan dalam pengembangan proyek S-INVEST di Indonesia.
Proyek tahap kedua yang akan dilaksanakan bulan Agustus 2017 akan memungkinkan otomatisasi lengkap di industri pengelolaan investasi di Indonesia. Tahap pertama telah sangat meningkatkan efisiensi pasar.
Chief Country Officer Deutsche Bank di Indonesia, Kurnady Lie mengatakan, penghargaan ini menunjukkan kehadiran Deutsche Bank yang kuat di pasar, di mana Deutsche Bank secara aktif mendukung usaha regulator setempat dalam mengembangkan infrastruktur pasar.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini,” ujar Kurnady dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 8 September 2016.
Sementara itu Head of Global Transaction Banking Deutsche Bank di Indonesia Elwin Karyadi menambahkan, pihaknya sangat bangga terkait penerimaan penghargaan ini. Deutsche Bank telah menjadi peserta aktif dalam kelompok kerja S-INVEST sejak dimulainya proyek, dengan memberikan advokasi pada berbagai aspek.
“Kami sangat bangga akan prestasi ini, dan tetap berkomitmen pada pasar Indonesia,” ucapnya.
Deutsche Bank adalah kustodian terbesar di Indonesia dari sisi aset dalam kustodian dan penyedia jasa layanan administrasi dana terbesar di pasar reksa dana Indonesia. Bank juga mempunyai posisi memimpin dalam jasa layanan administrasi dana yang memenuhi prinsip Syariah. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More