News Update

Desember 2017, Bank Pendukung Elektronifikasi Tol Berjumlah 8

Jakarta — Guna menyukseskan Gerakan Nasional Non-tunai (GNNT) mendatang, Bank Indonesia (BI) akan menggandeng tiga bank untuk dapat berpartisipasi dalam pembayaran gardu tol di elektronifikasi gardu tol mendatang.

Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Pungky Purnomo Wibowo mengatakan, ketiga bank ini akan bergabung pada akhir tahun 2017 mendatang.

“Yang sudah bergabung itu ada Bank Himbara yakni BNI, BTN, Mandiri, BRI dan satu bank swasta BCA dipastikan sudah bisa digunakan di seluruh gardu tol. Lalu mulai Desember 2017 ada tiga tambahan lagi, Bank Mega, Bank Nobu, dan Bank DKI,” ungkap Pungky kala mengadakan Jumpa Pers Perkembangan Penetrasi Elektronikfikasi Gardu Tol di Kompleks BI, Jakarta, Senin 23 Oktober 2017.

Baca juga: Proses Elektronifikasi Tol Sudah 88%

Selain itu dirinya juga memastikan, untuk program pemotongan harga (diskon) pembelian kartu uang elektronik baru sebesar 100 persen (gratis) juga terus berlangsung agar dapat memudahkan masyarakat mendapatkan uang elektronik.

“Dengan adanya diskon pembelian kartu baru dari Agustus sampai September 2017 yang sebesar 50 persen dan tarif khusus di ruas tol tertentu ini terus dilakukan untuk bentuk pelayanan kepada masyarakat dan konsumen. Dan hingga saat ini masih berlaku diskon 100 persen atau nol rupiah gratis untuk pembelian uang elektronik,” ungkap Pungky.

Dirinya juga menyebut ketiga bank tersebut telah menerima izin dan sedang proses pembahasan untuk pemasukan chip pada reader. “Sudah izinnya dan dalam proses POC (proof of concept) dan masukan chipnya ke reader (SAM Multiapplet),” ungkap Pungky. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

33 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

1 hour ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

4 hours ago