Ilustrasi: Pergerakan saham bank. (Foto: istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 29.966 poin atau 0,64% ke level 4,683.122 pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2015. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 7.683 poin atau 0,95% ke level 812.421. Derasnya sentimen positif yang muncul di pasar, jadi pendorong indeks kembali menguat pagi ini.
Seperti diketahui, sebelumnya kabar penurunan suku bunga China telah mendorong penguatan bursa global pada perdagangan jumat kemarin. Sementara itu, pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) yang memberikan kemungkinan penambahan stimulus di Eropa juga menjadi angin segar bagi bursa saham global.
Tim Riset Samuel Sekuritas Indonesia menuturkan, di minggu ini investor menunggu hasil FOMC meeting di AS yang diharapkan memberikan gambaran lebih jelas mengenai rencana kenaikan suku bunga AS.
“USD index menguat sebagai antisipasi terhadap hal tersebut dan menekan harga emas serta minyak pada jumat kemarin. Sementara itu, dari pasar dalam negeri, IHSG pada jumat kemarin ditutup menguat 1,5% sejalan dengan penguatan bursa regional. Sejumlah peristiwa penting di minggu ini seperti FOMC meeting di AS, data ekonomi Jepang, dan laporan keuangan 9M15 emiten berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG. Pagi ini, bursa saham regional menguat dan IHSG juga berpotensi menguat hari ini,” kata tim riset Samuel Sekurtas Indonesia. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More