Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 32,25 poin atau 0,61% ke level 5.230,56 pada perdagangan Kamis, 15 Desember 2016. Sementara indeks LQ45 bergerak melemah 8,13 poin 0,92% ke level 874,60.
Derasnya sentiment negatif yang muncul di pasar membuat laju Indeks pagi ini tertekan.
Mengutip riset Investasi Saran Mandiri, Pasar Amerika ditutup turun pada akhir perdagangan semalam dipimpin oleh saham sektor energi dan utilitas, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam 1 dekade.
Federal Open Market Committee (FOMC) menaikkan suku bunga dari 0,25%-0,5% menjadi 0.5%-0.75%. Selain dari itu, FOMC juga mengindikasikan bahwa akan terjadi lebih banyak kenaikan daripada yang diprediksikan di bulan
September lalu.
Semalam Dow Jones sendiri ditutup turun 0,59% ke level 19,793. Nasdaq melemah 0,30% dan S&P melemah 0,81% ke level 2,253.
Pasar Eropa ditutup dengan pelemahan secara merata pada hari Rabu, kemarin. Bursa Eropa terkena imbas dari aksi risk aversion para investor terhadap aset-aset berisiko menjelang pengumuman Federal Reserve terkait peningkatan suku bunga AS di pengujung tahun 2016 ini.
Terkait data Eropa, sentimen terhadap bursa Eropa juga mendapatkan pengaruh dari data European Statistical Office yang melaporkan penurunan tingkat produksi industrial sebesar 0.1% di bulan Oktober. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More