Ilustrasi: Proyek WIKA Gedung. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau WIKA Gedung tercatat mengalami penurunan di kuartal III 2025 menjadi 0,90 kali dari 0,98 kali di periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pada rentang tahun 2022-2024 DER WIKA Gedung masih terjaga baik, dengan per tahunnya tercatat 1,14 kali, 1,17 kali, dan 1,20 kali.
Direktur Keuangan, Human Capital dan Manajemen Risiko WEGE, Hartanto Karti Raharjo, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh utang yang meningkat dan ekuitas Perseroan yang tertekan akibat kerugian WEGE.
Baca juga: WIKA Gedung Bidik Kontrak Baru Rp3 Triliun pada 2026
“Jadi memang dari sisi utang kita ini meningkat. Lalu dari sisi ekuitasnya itu juga ada karena memang adanya kerugian kuartal III sampai kuartal IV karena memang impairment. Jadi sehingga ekuitasiannya juga turun,” ucap Hartanto dalam Paparan Publik di Jakarta, 28 November 2025.
Meski demikian, Hartanto bilang DER WIKA Gedung yang berfokus pada konstruksi dapat membaik melalui peningkatan penjualan yang dapat mendorong perbaikan pendapatan.
“Kalau misalnya kita bandingkan dengan fee cost-nya Itu akan bisa mengimbangi atau paling tidak bisa melebihi untuk menutup fee cost yang ada. Selain itu juga kita melakukan efisiensi di-operate kami maupun di HPP,” imbuhnya.
Dengan strategi tersebut, dirinya berharap laba perseroan dapat terkerek naik dan ekuitas juga mengalami peningkatan.
Penurunan juga terjadi pada pendapatan WIKA Gedung. Di kuartal III 2025, pendapatan perseroan tercatat turun menjadi Rp1,17 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,26 triliun.
Riciannya, pendapatan perseroan terbagi menjadi empat segmen, antara lain kontruksi Rp1,12 triliun, konsesi Rp43,64 triliun, properti Rp8,58 miliar, dan Rp160 juta untuk industri.
Tidak hanya itu, perseroan juga mencatatkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp50,44 miliar di kuartal III 2025, padahal periode yang sama tahun lalu WIKA Gedung mampu untung Rp47,10 miliar. (*)
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS kompak naik pada 24 Februari 2026 di… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,20% ke level Rp16.835 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya… Read More
Poin Penting Bank INA optimistis mampu melampaui target pertumbuhan kredit 8–12 persen dari OJK dengan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 8.425,94 dengan nilai transaksi Rp415,39 miliar dan… Read More
Poin Penting OJK siapkan penghapusan KBMI I dan mendorong bank bermodal inti Rp3 triliun–Rp6 triliun… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More