Dengan IPO, Perusahaan Dinilai Bisa Lebih Meningkatkan GCG

Jakarta – Industri pasar modal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami banyak perubahan, tidak hanya jumlah jumlah investor, jumlah emitenpun terus bertambah.

Hal ini menjadi bukti, penawaran umum saham perdana lewat mekanisme Initial Public offering (IPO) merupakan langkah positif buat perusahaan untuk mengembangkan usahanya. Dengan IPO, perusahaan bisa mendapatkan dana segar yang bisa digunakan untuk bisa lebih ekspansi lagi.

“IPO sebagai langkah positif bagi pengembangan perusahaan pasca-pandemi karena memberikan akses pendanaan beragam, murah, serta dapat meningkatkan pelaksanaan good corporate governance (GCG) yang berujung pada peningkatan kinerja dan valuasi perusahaan,” kata Head of Consulting & Senior Partner RSM Indonesia Angela Indirawati Simatupang di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2021.

Kendati demikian, kata Angela, adabaiknya sebuah perusahaan sebelum melakukan IPO, harus memiliki persiapan yang matang. Perencanaan yang baik bisa meminimalkan dampak dari kejutan yang berpotensi tidak menyenangkan.

Berdasarkan pengalaman RSM, kata dia, perusahaan yang melakukan penilaian kesiapan pra-IPO (Pre-IPO readiness assessment) secara penuh, yaitu mencakup area akuntansi dan pelaporan, strategi perusahaan dan keuangan, tata kelola (governance), pengendalian internal, peraturan, proses manajemen risiko, dan pajak, adalah mereka yang paling siap untuk menangani kompleksitas transaksi IPO.

RSM Indonesia sendiri telah berkolaborasi dengan BEI menyelenggarakan acara Road to IPO secara daring pada hari ini yang diikuti oleh berbagai perusahaan di Indonesia serta mitra RSM Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan gambaran mengenai proses IPO dan persiapannya. Kegiatan itu juga sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

Dalam kegiatan sosialisasi Road to IPO ini, para perusahaan yang menjadi peserta mendapatkan informasi mengenai Market Update dan Proses Go Public dari Bursa Efek Indonesia.

Suatu perusahaan dianggap siap untuk IPO bila telah menyanggupi persyaratan IPO, mendapatkan persetujuan dari para shareholders, memiliki roadmap yang lengkap dan mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melibatkan pihak ketiga seperti underwriter dan profesi penunjang.

Perjalanan menuju IPO melibatkan kondisi finansial perusahaan, perpajakan, akuntansi dan audit, serta restrukturisasi sehingga perusahaan sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Resmi! Turis Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Indonesia, Tak Perlu Tukar Uang

Poin Penting Warga Jepang kini bisa menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Indonesia setelah izin QRIS… Read More

17 mins ago

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

6 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

14 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

17 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

17 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

17 hours ago