Tenaga Ahli Utama DEN, Luthfi Ridho dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis, 13 November 2025. (Foto: M. Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) optimistis dapat mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah akan memaksimalkan kebijakan fiskal dan moneter.
Tenaga Ahli Utama DEN, Luthfi Ridho mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai rekomendasi strategis kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi nasional.
“DEN adalah think tank-nya Presiden. Kita itu memberikan nasihat kalau targetnya kan economic growth 8 persen,” ujar Lutfhi dalam Katadata Policy Dialogue di Jakarta Pusat, Kamis, 13 November 2025.
Baca juga: Redenominasi: Solusi untuk Ekonomi Lebih Stabil?
Ia menjelaskan, pemerintah secara umum akan menggenjot sisi fiskal dan moneter. Salah satu langkahnya adalah menyalurkan kelebihan likuiditas dari sektor keuangan agar lebih produktif di sektor riil.
“Kita ingin fokuskan supaya likuiditas yang berlimpah dapat tersalurkan ke sektor riil sehingga kredit akan bertumbuh dan ekonomi riil bergerak,” jelasnya.
Selain itu, penciptaan lapangan kerja menjadi prioritas lain yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat.
“Dari lapangan kerja itu, nantinya akan menimbulkan pemasukan lebih stabil, sehingga daya beli naik,” tuturnya.
Baca juga: Warisan Utang 8 Presiden RI: Dari Soekarno hingga Prabowo
Sementara itu, Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede menilai, pemerintah perlu menyiapkan berbagai strategi agar pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin solid pada 2026. Salah satunya dengan meningkatkan kepercayaan (confidence) pelaku ekonomi.
“Pemberian vitamin C atau confidence ini penting sekali bagi pelaku ekonomi, tidak hanya pelaku usaha tapi juga konsumen. Harapannya dengan kebijakan yang akomodatif namun tetap disiplin, kepercayaan investor dapat terjaga,” bebernya.
Menurut Josua, target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai jika pemerintah mampu menjaga keseimbangan kebijakan fiskal dan moneter. “Dengan sinergi yang baik, dorongan pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa diraih pada 2026,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More
Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More