Moneter dan Fiskal

DEN Yakin Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Dicapai, Ini Jurusnya

Poin Penting

  • DEN optimistis target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen dapat tercapai dengan penguatan kebijakan fiskal dan moneter.
  • Pemerintah akan menyalurkan likuiditas ke sektor riil serta menciptakan lapangan kerja untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
  • Kepercayaan pelaku ekonomi menjadi faktor kunci; stabilitas fiskal dan moneter dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan pada 2026.

Jakarta – Dewan Ekonomi Nasional (DEN) optimistis dapat mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah akan memaksimalkan kebijakan fiskal dan moneter.

Tenaga Ahli Utama DEN, Luthfi Ridho mengatakan, pihaknya  telah menyiapkan berbagai rekomendasi strategis kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi nasional.

“DEN adalah think tank-nya Presiden. Kita itu memberikan nasihat kalau targetnya kan economic growth 8 persen,” ujar Lutfhi dalam Katadata Policy Dialogue di Jakarta Pusat, Kamis, 13 November 2025.

Baca juga: Redenominasi: Solusi untuk Ekonomi Lebih Stabil?

Ia menjelaskan, pemerintah secara umum akan menggenjot sisi fiskal dan moneter. Salah satu langkahnya adalah menyalurkan kelebihan likuiditas dari sektor keuangan agar lebih produktif di sektor riil.

“Kita ingin fokuskan supaya likuiditas yang berlimpah dapat tersalurkan ke sektor riil sehingga kredit akan bertumbuh dan ekonomi riil bergerak,” jelasnya.

Selain itu, penciptaan lapangan kerja menjadi prioritas lain yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan daya beli masyarakat. 

“Dari lapangan kerja itu, nantinya akan menimbulkan pemasukan lebih stabil, sehingga daya beli naik,” tuturnya.

Baca juga: Warisan Utang 8 Presiden RI: Dari Soekarno hingga Prabowo

Sementara itu, Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede menilai, pemerintah perlu menyiapkan berbagai strategi agar pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin solid pada 2026. Salah satunya dengan meningkatkan kepercayaan (confidence) pelaku ekonomi.

“Pemberian vitamin C atau confidence ini penting sekali bagi pelaku ekonomi, tidak hanya pelaku usaha tapi juga konsumen. Harapannya dengan kebijakan yang akomodatif namun tetap disiplin, kepercayaan investor dapat terjaga,” bebernya.

Menurut Josua, target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai jika pemerintah mampu menjaga keseimbangan kebijakan fiskal dan moneter. “Dengan sinergi yang baik, dorongan pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa diraih pada 2026,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ARCI hingga BUVA

Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More

40 mins ago

Update Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Senin, 12 Januari 2026

Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More

1 hour ago

Catatan HUT ke-47 Infobank: Lazy Bank, Kriminalisasi Kredit Macet, dan Ujian Akhir Disiplin Fiskal

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More

5 hours ago

Rebranding Produk Tabungan BTN Pos, BTN Bidik Dana Murah Rp5 Triliun

Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More

14 hours ago

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

20 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

21 hours ago