Poin Penting
Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta pemerintah memprioritaskan perlindungan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Permintaan ini disampaikan menyusul demonstrasi besar-besaran yang terjadi di sejumlah wilayah akibat krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.
“Keselamatan WNI adalah prioritas utama. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri harus memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan terlindungi,” ujar Oleh Soleh dinukil laman DPR, Senin, 12 Januari 2026.
Ia menegaskan, eskalasi demonstrasi di Iran yang semakin memanas dan mencekam tidak boleh dianggap remeh, terutama bagi keselamatan WNI yang berada di wilayah rawan konflik.
Menurutnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) harus bergerak cepat melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dengan melakukan pemetaan lokasi WNI, memperkuat komunikasi darurat, serta menyiapkan langkah-langkah perlindungan maksimal.
Baca juga: Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk
“KBRI harus aktif memantau situasi dan memastikan tidak ada WNI yang berada di titik-titik demonstrasi. Kondisinya sangat berbahaya, jangan sampai ada korban dari warga kita,” ujar politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat XII ini juga mendorong Kemenlu untuk menyiapkan rencana kontinjensi, termasuk opsi evakuasi apabila situasi keamanan terus memburuk. Menurutnya, langkah antisipatif penting dilakukan untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.
“Jangan menunggu situasi semakin buruk. Negara harus hadir dan sigap melindungi warganya di luar negeri,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Oleh Soleh menegaskan Komisi I DPR RI akan terus memantau perkembangan situasi di Iran serta mendorong koordinasi lintas kementerian guna memastikan keselamatan seluruh WNI.
Diketahui, gelombang demonstrasi yang dipicu krisis ekonomi menghantam Iran pada awal 2026. Negara Arab yang dipimpin oleh Presiden Masoud Pezeshkian ini juga tengah berjuang dengan inflasi tinggi dan nilai tukar rial yang ambruk.
Dinukil laman Al Jazeera, Senin (12/1), aksi unjuk rasa telah terjadi di sejumlah wilayah di Iran. Dari rekaman video yang beredar, menunjukkan bahwa protes besar-besaran terjadi pada Selasa malam di kota Abdanan, provinsi Ilam bagian tengah.
Pemicunya lantaran tekanan ekonomi yang kian memburuk. Mata uang rial tengah ambruk, daya beli masyarakat merosot hingga merembet pada lonjakan biaya hidup.
Dilansir Bloomberg, rial sendiri telah berada di bawah tekanan selama bertahun-tahun karena sanksi Barat dan korupsi sistemik yang telah merusak kepercayaan terhadap perekonomian.
Bahkan, pada akhir Desember 2025, rial merosot sekitar 45 persen terhadap dolar AS. Hal ini karena warga Iran mengonversi tabungan mereka ke mata uang asing, emas, atau properti.
Baca juga: Drama Razia Menteri UMKM di Kantor Bank: Uang Bank Itu Bukan Hasil Pampasan “Perang” atau “Warisan” Nabi Sulaiman
Gejolak mata uang diperparah oleh sistem nilai tukar bertingkat, di mana pemerintah men-subsidi impor beberapa barang untuk entitas tertentu. Sistem ini telah memicu korupsi, menyebabkan rasa tidak puas di kalangan warga Iran. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More
Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More