BI: Penguatan Nilai Tukar Rupiah di 2019 Akan Didorong oleh 4 Faktor Ini
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai, meski kondisi politik nasional tengah memanas, ditambah pula demo 22 Mei yang berujung rusuh, namun hal tersebut tidak mengganggu kondisi perekonomian nasional. Ini tercermin dari angka aliran dana asing yang sudah masuk (capital inflow).
Demikian pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo saat melakukan konfrensi persk Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Menurutnya, dalam dua hari saja aliran dana masuk sudah mencapai Rp1,7 triliun.
“Ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) kami mencatat di dua hari terakhir ini terjadi net beli asing sekitar Rp1,7 triliun,” kata Perry di Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis 23 Mei 2019.
Menurutnya, masuknya dana asing tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi perbaikan ekonomi serta terkait dengan imbal hasil menarik di SBN. Selain itu, dirinya percaya ekspetasi positif pasar juga turut meningkatkan angka capital inflow tersebut.
Hal tersebut tercermin dari angka dana aliran asing yang masuk sejak awal tahun 2019 hingga saat ini mencapai Rp57 triliun ke SBN. Perry berharap, kepercayaan pasar tersebut dapat terus berlangsung hingga akhir tahun mendatang. (REZ)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More