Sritex
Jakarta – PT Sri Rejeki Isman Tbk atau dikenal dengan Sritex sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 17 Maret 2023 lalu. Hasilnya, Sritex merombak susunan pengurus, baik komisaris dan direksi.
Dinukil laman resmi Sritex, Jumat, 24 Maret 2023, RUPSLB tersebut menyetujui pemberhentian secara hormat seluruh dewan komisaris dan direksi yang lama.
Sritex memberhentikan dengan hormat Megawati selaku komisaris dan Sudjarwadi selaku Komisaris Independen.
Di jajaran direksi, Sritex memberhentikan Iwan Setiawan Lukminto selaku Direktur Utama, Iwan Kurniawan Lukminto selaku Wakil Direktur Utama, Allan Moran Severino selaku Direktur Keuangan, dan Mira Chrisitna Setiady selaku Direktur Umum dan Administrasi.
Selanjutnya, memberhentikan juga Karunakaran Ramamorthy selaku Direktur Produksi, Edy Salim selaku Direktur Operasional dan Nasir Tamara Tamimi selaku Direktur Independen.
Perseroan mempertahankan jumlah dewan komisaris yang sama dengan sebelumya yang terdiri dari tiga orang. Sedangkan untuk jajaran direksi terdapat penambahan jumlah satu orang direksi.
“Dengan adanya keputusan para pemegang saham ini, diharapkan Perseroan dapat memulai transformasi di dalam bisnis dan strateginya untuk mempercepat pemulihan di tengah situasi geopolitik dan makro ekonomi yang kurang kondusif di tahun 2023 ini,” tulis Sritex.
Berikut susunan dewan komisaris dan direksi perseroan yang baru:
Komisaris
Komisaris Utama: Iwan Setiawan Lukminto
Komisaris : Megawati
Komisaris Independen: Liem Konstantinus
Direksi
Direktur Utama: Iwan Kurniawan Lukminto
Direktur Operasional: Mira Christina Setiady
Direktur Keuangan: Welly Salam
Direktur Umum: Supartodi
Direktur Independen: Regina Lestari Busono
Direktur Bisnis Benang: Karunakaran Ramamoorthy
Direktur Bisnis Kain: Sandeep Kr Gautam
Direktur Bisnis Pakaian Jadi: Teo Khek Thuan
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More