Moneter dan Fiskal

Defisit APBN Februari 2026 Tembus Rp135,7 Triliun

Poin Penting

  • APBN Februari 2026 defisit Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen dari PDB, dengan defisit keseimbangan primer Rp35,9 triliun
  • Pendapatan negara mencapai Rp358 triliun (11,4 persen dari pagu APBN) atau tumbuh 12,8 persen yoy, dengan penerimaan perpajakan Rp290 triliun yang naik 20,5 persen yoy
  • Belanja negara tembus Rp493,8 triliun (12,8 persen pagu APBN) atau melonjak 41,9 persen yoy, didorong belanja pemerintah pusat Rp346,1 triliun dan transfer ke daerah Rp147,7 triliun.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp135,7 triliun atau 0,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)

Berdasarkan slide paparan Kemenkeu, keseimbangan primer juga mencatatkan defisit sebesar Rp35,9 triliun.

Kemudian, pendapatan negara hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp358 triliun, setara 11,4 persen terhadap pagu APBN 2026 atau tumbuh 12,8 persen yoy.

Baca juga: Harga Minyak Terancam Melonjak, Celios Dorong Transisi Energi dan Revisi APBN

Sementara penerimaan perpajakan terkumpul sebesar Rp290 triliun atau 10,8 persen dari pagu APBN, tumbuh 20,5 persen.

Penerimaan perpajakan ini terdiri dari pajak yang mencapai Rp245,1 triliun, tumbuh 30,4 persen atau setra 10,4 dari APBN 2026 dan kepabeanan dan cukai Rp44,9 triliun atau 13,4 persen dari pagu, namun terkontraksi 14,7 persen.

Baca juga: Dirjen Pajak Klaim Setoran Pajak Februari 2026 Tumbuh 30,2 Persen

Di sisi lain, realisasi belanja negara per Februari 2026 sebesar Rp493,8 triliun atau 12,8 persen dari pagu APBN 2026. Realisasi tersebut tumbuh 41,9 persen yoy.

Belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun atau 11 persen dari pagu APBN, tumbuh 63,7 persen, serta transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp147,7 triliun atau 21,3 persen dari pagu APBN, tumbuh 8,1 persen per Februari 2026. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Mudik Tenang dan Nyaman, Tugu Insurance Hadirkan Asuransi t mudik

Poin Penting Tugu Insurance meluncurkan asuransi mikro t mudik (konvensional dan syariah) untuk memberikan perlindungan… Read More

7 hours ago

Airlangga Beberkan Jurus Pemerintah Jaga Daya Beli di Awal 2026

Poin Penting Pemerintah menggulirkan stimulus fiskal dan bansos sejak awal 2026 untuk menjaga daya beli;… Read More

7 hours ago

Klarifikasi Kades Ciparakan Terkait Isu Rumah Warga Dibongkar Jadi Kopdes Merah Putih

Poin Penting Lahan yang ditempati Cani (80) adalah tanah milik desa, dipilih untuk pembangunan Kopdes/Kel… Read More

8 hours ago

Nilai Transaksi Mandiri Agen Capai Rp3,5 Triliun di Januari 2026

Poin Penting Frekuensi transaksi Mandiri Agen naik 44 persen yoy menjadi 2,34 juta pada Januari… Read More

8 hours ago

APPBI Bidik Transaksi BINA Lebaran 2026 Tembus Rp53 Triliun

Jakarta –  Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) membidik transaksi penjualan pada program BINA (Belanja di… Read More

8 hours ago