Ilustrasi: Defisit fiskal/istimewa
Poin Penting
Jakarta – Anggota Komisi XI DPR, Andi Yuliani Paris, meminta pemerintah mengoptimalkan pendapatan negara dari sektor pajak menyusul defisit APBN 2025 yang nyaris menembus 3 persen.
Hingga akhir Desember 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut melampaui proyeksi awal defisit 2,78 persen PDB.
Legislator dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II itu menilai penguatan penerimaan pajak menjadi strategi penting untuk menahan laju defisit. Menurutnya, pemerintah belum maksimal menggali potensi pajak, terutama dari sektor energi, minyak dan gas, serta pertambangan.
Baca juga: Defisit APBN Tembus 2,92 Persen, Airlangga: Masih Aman
Ia juga menyoroti belum optimalnya sistem pengawasan untuk memastikan kepatuhan wajib pajak dengan potensi besar.
“Tapi catatannya, tidak dari pajak masyarakat. Karena potensinya ini masih besar dari sektor gas, tambang, dan mineral. Potensi dari sini yang harus kita kejar,” tutur Andi dinukil laman DPR, Selasa, 13 Januari 2026.
Politisi Fraksi PAN tersebut mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem Coretax. Ia meyakini sistem ini dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kepatuhan dan optimalisasi penerimaan pajak, khususnya dari perusahaan besar.
“Terutama dari pajak dari perusahaan-perusahaan besar. Dari tambang, migas, termasuk juga dari banyak potensinya. Apalagi Indonesia ini kan termasuk yang paling banyak potensi mineralnya,” tutur Andi.
Baca juga: Realisasi Anggaran MBG 2025 Rp51,5 Triliun, 72,5 Persen dari Pagu APBN
Selain penerimaan, Andi juga menilai defisit APBN dipengaruhi oleh belanja pemerintah. Meski mengapresiasi upaya efisiensi anggaran, ia menekankan perlunya penajaman kebijakan belanja, termasuk terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program tersebut perlu dievaluasi agar alokasi anggaran sebanding dengan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kita harus lihat apakah kebijakan ini betul-betul sejalan, antara pengeluaran dengan impact yang diinginkan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More