Nasional

Debt Collector Usir Paksa Rumah Pegawai DPRD Tangsel

Jakarta – Belum usai aksi sekelompok debt collector (DV) yang memaki polisi dan merampas paksa mobil Alpard milik selebgram Clara Sinta, kini jagat dunia maya dihebohkan kembali dengan aksi serupa.

Kali ini, sekelompok orang yang diduga debt collector memaksa pengosongan rumah milik pegawai DPRD Kota Tangerang Selatan.

Di sebutkan dalam video tersebut yang diunggah akun Instagram cetul_22, pada Jumat (03/03/2023), rumah anggota DPRD Kota Tangerang Selatan itu tiba-tiba didatangi anggota debt collector.

Terlihat mereka secara paksa mengosongkan rumah sang penghuni dengan mengangkut dan memindahkan barang ke jalan.  

“Rumah kita pak, dalam proses hukum tanpa ada surat tanpa ada apa-apa. Ini mereka di mana hukum negara tidak berdaya dengan mereka (debt collector). Kelihatannya tidak ada hukum,” kata seorang pria dalam video tersebut.

“Kamu ambil negara punya uang, makanya kita keluarkan,” timpal salah satu anggota debt collector tersebut.

Video berdurasi 1 menit 25 detik itu pun menuai beragam reaksi netizen di kolom komentar.

“Ini SOP perusahaan debt collector gimana ya, koq bisa semua barang-barang dikeluarkan,” tanya akun razizakaria.

“Ini sih masalah pribadi, kalau ada tunggakan jangan lupa dibayar bro,” tambah akun rizki.parlindungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Infobanknews, nama pemilik rumah yang diduga dikosongkan pihak debt collector berinisial FA, pegawai DPRD Kota Tangerang Selatan.

Erwin, suami FA mengatakan, kasus satu ini bermula saat dirinya mencicil sebuah rumah di Komplek Amarapura, Kelurahan Kademangan, Kecamatam Setu, Kota Tangerang Selatan.

Tenor cicilan yang diambil 15 tahun dan sudah berjalan selama 8 tahun. Namun, tiga bulan sebelum COVID-19 merebak, dirinya menjalani operasi jantung dan terkena kredit macet. Hingga akhirnya dirinya kesulitan membayar cicilan rumah. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

41 seconds ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

9 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

9 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

10 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

11 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

11 hours ago