Jakarta – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) menjalin kerja sama pemasaran produk IFG Credit Life Insurance. Kerja sama ini dalam upaya mendukung layanan perbankan yang terintegrasi sekaligus memperluas perlindungan finansial bagi masyarakat.
Dalam kerja sama ini, Bank Mandiri Taspen bersama IFG Life akan memberikan perlindungan jiwa untuk debitur dan calon debitur Bank Mandiri Taspen, terutama nasabah UMKM dan pensiunan, dengan produk IFG Credit Life Insurance yang memberikan perlindungan terhadap risiko meninggal dunia bagi debitur selama jangka waktu kredit.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi debitur atas kelangsungan kreditnya dan menjaga kualitas kredit di Bank Mandiri Taspen,” ungkap Putu Apriyanto, Direktur Finance, Risk, & Operations Bank Mandiri Taspen dikutip 16 Mei 2025.
Baca juga: Sepanjang 2024, IFG Life dan Mandiri Inhealth Cairkan Klaim Rp10,6 Triliun
Dia menambahkan, kerja sama ini sebagai upaya memberikan layanan keuangan yang lebih komprehensif bagi nasabah.
“Kami percaya, dengan kompetensi dan pengalaman IFG Life, sinergi ini akan menghasilkan nilai tambah tidak hanya dalam pengelolaan risiko, namun juga dalam meningkatkan kepercayaan nasabah serta mendukung keberlanjutan bisnis kita bersama,” tambah Putu Apriyanto.
Sementara, Direktur Bisnis Korporasi IFG Life, Bugi Riagandhy, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi dan misi IFG Life dalam memperluas akses perlindungan asuransi kepada masyarakat Indonesia.
Baca juga: Begini Target Bank Raya untuk Kredit, DPK, dan Laba pada 2025
“Kerja sama ini merupakan bentuk awal kolaborasi strategis dalam mendukung perlindungan menyeluruh bagi debitur dan calon debitur Bank Mandiri Taspen dan membuka peluang kerja sama lain di masa depan,” ujarnya
Kata Bugi, IFG Life percaya bahwa kerja sama perlindungan asuransi jiwa merupakan salah satu kunci untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam mewujudkan rencana masa depan, khususnya bagi debitur dan calon debitur Bank Mandiri Taspen. (*)
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More