Namun demikian, Gundy yakin tingkat NPL perbankan pada tahun ini akan jauh lebih baik seiring dengan laju perkreditan yang diprediksi akan lebih tinggi ketimbang tahun lalu yang cuma sebesar 7,87 persen. Pihaknya memprediksi pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai angka 12 persen.
Baca juga: UangTeman Ikuti Gaya Perbankan Kelola NPL
Gundy menambahkan, turunnya rasio kredit bermasalah akan meningkatkan peringkat Indonesia. Sebagai catatan, pada juni tahun lalu, lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan credit rating Indonesia pada level BB+/positive outlook.
“Tahun lalu credit rating kita tetap, karena pertumbuhan NPL masih cukup tinggi, mereka khawatir itu akan memengaruhi ekonomi kita. Tahun ini mungkin akan terjadi upgrade dari S&P,” tandasnya. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More
Poin Penting IHSG ditutup anjlok 1,37 persen ke 8.280,83 pada 24 Februari 2026, didorong koreksi… Read More
Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More